Breaking News:

APBD Murni 2021 Kapuas Hulu Silpa Sebesar Rp 44 Miliar

Dijelaskannya, selisih silpa tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah mempunyai peruntukan, dan harus dianggarkan kembali sebagaimana te

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
Bupati Fransiskus Diaan saat menyampaikan pidato, dalam persidangan paripurna tentang Raperda perubahan APBD Kapuas Hulu tahun 2021, di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Selasa 21 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Dalam penyampaian pidato Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, di persidangan paripurna tentang Raperda perubahan APBD Kapuas Hulu tahun 2021, di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Selasa 21 September 2021,

Dijelaskannya bahwa, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni Kabupaten Kapuas Hulu tahun anggaran 2021, telah digunakan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (silpa) sebesar Rp 44 miliar lebih (Rp 44.524.678.481,00)

"Dalam rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Kapuas Hulu tahun anggaran 2021 harus disesuaikan dengan hasil audit BPK RI perwakilan Provinsi Kalbar yaitu sebesar Rp 53 miliar lebih (Rp 53.255.850.084,61), sehingga terdapat selisih perkiraan silpa sebesar Rp 8 miliar lebih (Rp 8.731.171.603,61)," ujarnya.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan Terus Perjuangkan Daun Kratom Dilegalkan

Dijelaskannya, selisih silpa tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah mempunyai peruntukan, dan harus dianggarkan kembali sebagaimana terdapat di dalam laporan hasil audit, antara lain seperti, sisa dana jaminan kesehatan nasional fasilitas kesehatan tingkat pertama (jkn-fktp), yang berada di rekening bendahara puskesmas masing-masing kecamatan.

"Setelah itu adalah sisa dana yang berasal dari pengelolaan badan layanan umum daerah (BLUD) rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Achmad Diponegoro Putussibau," ucapnya dihadapan Anggota DPRD Kapuas Hulu.

Terus sisa dana belanja operasional sekolah (bos) diseluruh sekolah tingkat SD dan SMP, dan sisa dana insentif daerah.

"Terakhir yaitu, sisa dana bantuan keuangan dari pemerintah provinsi, dan sebagian sisa dana dak bidang kesehatan," ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved