Breaking News:

Antisipasi Gelombang Ketiga Varian Mu dan Lambda, Pemprov Kalbar Perketat Jalur Masuk Kalbar

Kita juga menyiapkan skema kalau nantinya harus impor oksigen ke Malaysia dan kita sudah semaksimal mungkin untuk menutup masuknya virus ini di Kalbar

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/IMAM MAKSUM
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan setelah adanya varian virus Delta, Para Epidemologi memperkirakan kedepan akan dihadapkan gelombang ketiga dari ancaman varian Virus MU dan Lambda.

“Kita masih menghadapi ancaman Varian Virus MU dan Lambda yang diperkirakan akan terjadi lonjakan gelombang ketiga pada bulan Desember 2021,”ujarnya kepada awak media, Selasa, 21 September 2021.

Dikatakannya Varian Virus MU dan Lambda masa gawatnya akan lebih panjang dimasyarakat bisa 4 sampai 5 bulan. Berbeda dengan varian virus Delta yang mana masa gawatnya 3 bulan dan kini sudah menurun.

“Kakau masyarakat tidak disiplin dalam hidup berdampingan dengan virus. Maka kita akan menghadapi kondisi darurat seperti Juli lalu dan bisa kembali dalam kondisi dimana BOR RS Penuh, obat dan oksigen oksigen,”ujarnya.

Kadiskes Harisson Sampaikan Penyebab Tiga Daerah di Kalbar Masih Berada Pada PPKM Level 3

Dikatakannya untuk antisipasi masuknya Varian Virus MU dan Lambda, Pemprov Kalbar sudah mengambil langkah seperti mempersiapkan Rumah Sakit, oksigen konsentrator.

“Kita juga menyiapkan skema kalau nantinya harus impor oksigen ke Malaysia dan kita sudah semaksimal mungkin untuk menutup masuknya virus ini di Kalbar,” ujarnya.

Harisson khawatir masuknya Varian Virus MU dan Lambda dari daerah perbatasan seperti dari Aruk dan Entikong yang mana kedua tempat tersebut bisa masuk secara resmi para PMI.

“Tak hanya itu masih banyak lagi jalur masuk pelintas batas yang melalui jalur tikus. Jalur ini memang dijaga oleh Pamtas, tapi jalan tikus ini banyak dan mereka bisa masuk 24 jam,”ujarnya.

Dikatakannya Pemprov Kalbar sudah mengirim rapid test antigen ke kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.

“Tapi perlu diketahui bahwa untuk pemeriksaan rapid test antigen ini yang bisa terdeteksi CT dibawah 25,”ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved