Breaking News:

2 Warga Sekadau Jalani Proses Hukum Akibat Bakar Lahan, DAD Kalbar Pastikan Beri Pendampingan Hukum 

Hal itu disampaikan Glorio Sanen saat menghadiri pres realis Polres Sekadau terkait dua kasus pembakar lahan yang menjalani proses hukum, namun saat i

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat, Glorio Sanen 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat, Glorio Sanen pastikan DAD akan berikan pendampingan hukum bagi dua orang Peladang asal Kabupaten Sekadau yang menjalani proses hukum usai membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.

Hal itu disampaikan Glorio Sanen saat menghadiri pres realis Polres Sekadau terkait dua kasus pembakar lahan yang menjalani proses hukum, namun saat ini tidak ditahan oleh pihak kepolisian, Selasa 21 September 2021.

Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa regulasi yang digunakan Polres Sekadau terhadap dua kasus tersebut, adalah Pergub 103 tahun 2020.

Kabupaten Sekadau Zona Kuning, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Mulai Diuji Coba

"Karena ini Pergub maka pihak Kepolisian akan menyerahkan ini kepada pemerintah daerah, apakah Dinas Lingkungan Hidup atau BKSDA, kita lihat lagi perkembangannya. Memang sanksi yang diberikan adalah sanksi administrasi tapi tadi saya sudah koordinasi dengan Kapolres dan sepakat, sistem penegakan hukum di Indonesia adalah restorative judtice," ungkap Glorio Sanen.

Pada kesempatan itu Glorio Sanen juga menyampaikan bahwa Ketua Umum DAD Provinsi Kalbar, menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan proses, baik kepada DAD dan komponen lainnya.

"Kita akan melakukan pendampingan secara advokasi. Tidak perlu ragu bagaimana sikap DAD, kita sampaikan dalam konteks perladangan ini, DAD akan menjadi garda terdepan untuk melakukan advokasi kepada peladang," tegasnya.

Sanen berharap dengan pres realis pada hari itu masyarakat dapat kembali tenang dan menciptakan suasana yang kondusif, aman dan nyaman. Mengingat kedua orang tersebut saat ini tidak ditahan oleh pihak kepolisian.

Diketahui sebelumnya dua orang warga asal Kecamatan Belitang Hulu, B (61) dan A (54) harus menjalani proses hukum di Polres Sekadau lantaran membuka lahan dengan cara dibakar.

Bupati Sekadau Aron, Ingatkan Peserta PPPK Manfaatkan Kesempatan Dengan Maksimal

B membuka lahan seluas 0,8 hektare di desa Kumpang Ilong dengan cara dibakar dan akan ditanami padi pada 24 Juli 2021. Sementara A membuka lahan seluas 0,7 hektare di desa Sungai Antu dengan cara dibakar dan akan ditanami padi pada 1 September 2021.

Keduanya kemudian dikenakan pasal 108 junto pasal 69 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan lingkungan hidup atau pasal 10 ayat 1.

Adapun regulasi yang akan digunakan adalah Peraturan Gubernur Kalimantan Barat nomor 103 tahun 2020 tentang pembukaan areal lahan pertanian berbasis kearifan lokal. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sekadau

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved