Breaking News:

Danramil dan Babinsa Sigap Pantau Hotspot di Sengah Temila 

Danramil Sengah Temila Pelda Budiarto dan Babinsa Koramil 1201-09/Sengah Temila meninjau titik-titik api yang tersebar di wilayah Kecamatan Sengah Tem

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Koramil Sengah Temila saat akan mengecek titik hot spot 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berdampak pada rusaknya ekosistem dan menyebabkan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan. 

Danramil Sengah Temila Pelda Budiarto dan Babinsa Koramil 1201-09/Sengah Temila meninjau titik-titik api yang tersebar di wilayah Kecamatan Sengah Temila pad Minggu 19 September 2021.

Meski titik-titik api ini berukuran diameter persegi di bawah dua hektar atau spot-spot, namun apabila tidak dimonitor akan merambat menjadi potensi besar yang merugikan lingkungan sekitar dan membahayakan kesehatan manusia.

Danramil Pelda Budiarto yang baru melaksanakan Sertijab pada Selasa kemarin mengungkapkan, dampak lainnya dari asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Penyakit Jantung serta iritasi pada mata, tenggorokan dan hidung. 

Polres Landak Laksanakan Vaksinasi Massal Ke II AstraZeneca

"Kabut asap dari kebakaran hutan juga dapat mengganggu bidang transportasi, khususnya transportasi penerbangan dan jalan raya bagi pengemudi karena pandangan menjadi kabur tertutupi oleh asap yang tebal," tutur Pelda Budiarto.

Kapolsek Sengah Temila Ipda Van Chanel juga mengatakan, tersebarnya asap dan emisi gas karbondioksida dan gas-gas lain ke udara juga akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Kebakaran hutan mengakibatkan hutan menjadi gundul, sehingga tidak mampu lagi menampung cadangan air di saat musim hujan, hal ini dapat menyebabkan tanah longsor ataupun banjir.

"Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga mengakibatkan berkurangnya sumber air bersih dan bencana kekeringan, karena tidak ada lagi pohon untuk menampung cadangan air," terang Ipda Van Chanel. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Landak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved