Breaking News:

Ribuan Spesies Virus Baru Ditemukan, Peneliti Ungkap Dampaknya Bagi Iklim Laut Utara

Para peneliti mengatakan bahwa penelitian ini membuat mereka takjub dengan keberagaman dan fag baru yang mereka temukan di Laut Utara. Fag adalah viru

KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Ilustrasi virus yang menyebabkan penyakit. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kehidupan bawah laut memang menarik bagi para peneliti.

Diberitakan oleh Kompas.com sbuah studi baru memberikan wawasan menarik tentang kehidupan virus laut di Laut Utara, di lepas pantai pulau Helgoland, Jerman. Bahkan, dalam studi ini, para peneliti menemukan beberapa spesies virus baru.

Studi ini dipimpin oleh Nina Bartlau dari Max Planck Institute for Marine Microbiology. Ia dan timnya menemukan komunitas virus dinamis yang dapat sangat memengaruhi kematian bakteri Laut Utara.

Dalam penelitian ini pun, mereka juga menemukan dan telah mengisolasi banyak spesies virus baru.

Menurut peneliti, rata-rata dalam ratusan ribu ganggang kecil dan satu miliar bakteri hidup di setiap liter air Laut Utara. Bahkan, seolah jumlah itu belum cukup, ada sekitar 10 miliar virus di setiap liter air dari Laut Utara yang mereka analisis.

TIONGKOK ‘Tekan’ Vietnam Tak Macam-macam di Laut China Selatan

Virus-virus ini, terutama menginfeksi bakteri dan memiliki dampak besar, dari beragamnya lingkungan mereka. Misalnya mereka dapat membunuh sel yang terinfeksi dan menyebabkan pembusukan, atau dengan mengubah ekspresi gen atau materi genetik mereka.

"Meskipun penting, virus jarang menjadi fokus penelitian kelautan," kata penulis pertama Nina Bartlau dari Max Planck Institute for Marine Microbiology, seperti dilansir dari Phys, Kamis 16 September 2021.

"Sepengetahuan saya, kami dengan ini memberikan studi pertama yang berhubungan dengan kehidupan virus Flavobacteria, yang merupakan bakteri paling umum di musim semi, di Laut Utara," imbuh Bartlau.

INI VIRUS Menyebabkan Pecahnya Sel Inang, Medium yang Bisa Dipakai untuk Menumbuhkan Virus?

Banyak virus baru ditemukan

Para peneliti mengatakan bahwa penelitian ini membuat mereka takjub dengan keberagaman dan fag baru yang mereka temukan di Laut Utara. Fag adalah virus yang menginfeksi bakteri.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved