Breaking News:

Ungkap Kasus PETI, Polres Ketapang Amankan 10 Tersangka dan Satu Unit Eksavator

petugas menemukan sekelompok oknum warga berjumlah 10 orang yang sedang melakukan kegiatan penambangan

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Konferensi Pers Pengungkapan Tindak Pidana PETI yang Digelar oleh Polres Ketapang. Foto istimewa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kepolisian Resor (Polres) Ketapang kembali melakukan pengungkapan kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Kali ini pengungkapan dilakukan di lokasi KM 26 Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang pada Senin 6 September 2021 lalu.

Saat menggelar konferensi pers, Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana mengatakan, pengungkapan kasus PETI tersebut berawal dari petugas gabungan Satuan Reskrim Polres Ketapang bersama anggota Polsek Matan Hilir Selatan yang mendapatkan info bahwa di lokasi tersebut sedang berlangsung kegiatan penambangan emas tanpa izin yang dilakukan sekelompok orang.

"Saat dilakukan pengecekan ke lokasi tambang tersebut, petugas menemukan sekelompok oknum warga berjumlah 10 orang yang sedang melakukan kegiatan penambangan," kata Yani, Selasa 14 September 2021.

Polres Ketapang Dalami Kasus Dugaan Penggelepan oleh Direktur PT SBI

Yani menjelaskan, saat petugas melakukan pengecekan izin usaha kegiatan penambangan tersebut, penanggung jawab kegiatan yaitu saudara Maji tidak dapat menunjukan dokumen legalitas kegiatan penambangan. Sehingga petugas melakukan upaya hukum dengan mengamankan para pelaku beserta barang bukti.

"Kita amankan 10 orang pelaku, empat warga Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) dengan inisial SUP (36), BUR (26), US (44), dan HA (22). Sementara untuk enam orang lainnya yakni warga Kabupaten Bengkayang dengan inisial FEL (21), JEF (35), OK (26), RUS (33), OL (37) selaku operator eksavator dan DAR (42) selaku penanggung jawab kegiatan," jelasnya.

Kemudian untuk barang bukti, lanjut Yani, pihaknya mengamankan satu unit eksavator merek Hitachi, lima karpet, satu selang spiral warna biru, satu potongan selang warna putih, satu unit mesin dompeng warna biru, satu buah pump, dua buah jerigen 20 liter isi minyak solar dan satu buah pipa paralon.

Saat ini para pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Ketapang guna proses lebih lanjut.

"Para pelaku diancam dengan pasal Tindak Pidana undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman pidana penjara 5 Tahun," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved