Breaking News:

Permudah Akses Layanan Jasa Keuangan Bagi UMKM, Bahasan Minta TPAKD Perluas Akses Layanan Keuangan

Menuru Bahasan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi unit yang strategis dalam menggerakkan perekonomian Kota Pontianak lantaran bisa dapat m

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penandatanganan pengesahan Program Kegiatan TPAKD Kota Pontianak Tahun 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka untuk mempermudah akses layanan jasa keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan meminta agar Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak memperluas akses layanan jasa keuangan.

Menuru Bahasan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi unit yang strategis dalam menggerakkan perekonomian Kota Pontianak lantaran bisa dapat menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah. 

Oleh karena itu, kata Bahasan, akses layanan jasa keuangan sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha khususnya UMKM. 

Cakupan Vaksinasi di Pontianak Capai 48 Persen, Edi Kamtono Harap Hingga Akhir Tahun Capai 80 persen

"UMKM tidak akan bisa bergerak optimal, jika sistem keuangan tidak bersahabat dengan pelaku UMKM," katanya saat membuka rapat pleno TPAKD Tahun 2021 di Aula Abdul Muis Muin Kantor Bappeda Kota Pontianak, Kamis 16 September 2021.

Untuk itu, Bahasan meminta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pemangku kepentingan terkait di Kota Pontianak untuk mendorong sistem keuangan agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sekaligus mengatasi kemiskinan. 

"Peran TPAKD Kota Pontianak di masa pandemi sangat penting dan menjadi prioritas dalam melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak"

"Untuk itu kami minta kepada TPAKD segera menyusun program-program unggulan sesuai dengan potensi Kota Pontianak sekaligus memastikan terwujudnya akses yang seluas-luasnya bagi masyarakat Kota Pontianak yang didukung oleh peran industri jasa keuangan," ujarnya.

Menurutnya, titik berat pembangunan Kota Pontianak pada saat ini adalah mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan terutama sebagai dampak pandemi Covid-19 dimana kebijakan permodalan pemasaran serta belum optimalnya peran serta pihak swasta dan perbankan dalam mendorong pengembangan produk unggulan daerah.

"Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu upaya yang kita lakukan yakni dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan seperti tabungan, kredit, asuransi, dana pensiun dan fasilitas pembayaran lainnya," ungkapnya.

15 Persen Remaja Kota Pontianak Sudah Divaksin Covid-19

Hal tersebut, lanjut Bahasan, sejalan dengan tujuan dan sasaran yang tertuang dalam RPJMD Kota Pontianak 2020-2024, yakni meningkatnya kesejahteraan, kemandirian, kreativitas dan daya saing masyarakat melalui dukungan peningkatan literasi dan akses keuangan masyarakat terhadap layanan jasa keuangan dalam kerangka pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di Kota Pontianak. 

Pembangunan ekonomi Kota Pontianak tidak terlepas dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan literasi keuangan yang baik atau masyarakat yang berliterasi akan lebih mudah memahami hal-hal yang terkait dengan industri jasa keuangan serta memiliki informasi untuk mengakses industri jasa keuangan yang diperlukan.

"Sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam meningkatkan kesejahteraan," pungkasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved