Breaking News:

Dewan Adat Dayak Kecamatan Ngabang Gelar Musyawarah Adat

Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman menyampaikan, Musdat ini penting dilakukan. Sebagai masyarakat fungsionaris adat Dayak yang ada di Kecamatan Nga

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat menggelar Musyawarah Adat (Musdat) tentang penyampaian pendapat dan aturan besaran hukum adat di wilayah DAD Kecamatan Ngabang pada Selasa 14 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat menggelar Musyawarah Adat (Musdat) tentang penyampaian pendapat dan aturan besaran hukum adat di wilayah DAD Kecamatan Ngabang pada Selasa 14 September 2021.

Musdat yang digelar di Aula CU Pancur Kasih Ngabang ini mengangkat tema Meningkatakan Kamtibmas Masyarakat Adat Serta Investasi Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Landak.

Kegiatan Musdat Kecamatan Ngabang ini dibuka oleh Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman SH MH, didampingi Ketua DAD Kecamatan Ngabang, Yohanes Spdk M Sos, dengan dihadiri Camat Ngabang, Kapolsek Ngabang, dan Danramil Ngabang.

Sedangkan untuk peserta Musdat terdiri dari para Timanggong, Kepala Desa se Kecamatan Ngabang, Ormas Dayak, serta perusahaan perkebunan sawit HPI Agro.

Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman menyampaikan, Musdat ini penting dilakukan. Sebagai masyarakat fungsionaris adat Dayak yang ada di Kecamatan Ngabang, untuk supaya kita bisa bermusyawarah dan bersepakat tentang aturan-aturan adat yang ada diwilayah binua masing-masing.

Hindari Kerumunan Massa, Hasil Skor Tes SKD CPNS Pemkab Landak Ditayangkan Melalui Youtube

Menurut Heri Saman, dasar hukumnya kita diberikan kewenangan, kita diberikan regulasi oleh pemerintah Republik Indonesia dan negara menjamin keberadaan masyarakat hukum adat diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Dimana itu diatur dalam pasal 18 ayat 2 undang-undang dasar negara kesatuan Republik Indonesia, bahwa negara mengakui masyarakat hukum adat beserta adat istiadatnya sepanjang masih berlaku.

"Dan inilah yang menjadi dasar hukum kita untuk mengadakan musyawarah adat ini, dan kita masyarakat adat Dayak di Kabupaten Landak masih kental dengan suasana adat dan hukum adat tinggal bagaimana kita menatanya," beber Heri Saman dikonfirmasi pada Rabu 15 September 2021.

Ketua DAD Kecamatan Ngabang, Yohanes dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran ketua DAD Kabupaten Landak beserta undangan dan peserta Musdat Kecamatan Ngabang.

"Musdat ini secara khusus membahas peraturan adat yang terkait dengan investasi perkebunan sawit yang ada di wilayah Kecamatan Ngabang," ungkap Yohanes.

Menanggapi Musdat Kecamatan Ngabang ini, Suryadi Ginting selaku Manager area HPI agro Landak Mempawah mendukung dan menyambut baik dengan diselenggarakannya musdat.

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada ketua DAD Kabupaten Landak yang telah mensosialisasikan Perdat ini, karena bagai mana pun juga, hukum adat ini harus dijalankan baik dilingkungan perusahaan maupun masyarakat," beber Suryadi Ginting. (*)

(Simak berita terbaru dari Landak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved