Breaking News:

60 Orang Sampling dari 5 Sekolah Hasilnya Negatif, Kadiskes Himbau Lakukan Pengawasan Ketat

Handanu mengatakan, bahwa sampling ini akan terus dilakukan secara bertahap ke beberapa sekolah untuk mengetahui tingkat ketertularan covid-19.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menerangkan, sejak dilakukan sampling Swab Test antigen kepada siswa hingga kini Rabu 15 September 2021, tidak ditemukan adanya kluster sekolah.

Dari 60 orang baik guru maupun siswa di 5 sekolah baik SD dan SMP di wilayah Kecamatan Pontianak Timur hasilnya dinyatakan negatif covid-19.

"Kita sudah melakukan sampling Swab antigen kepada 60 orang baik siswa maupun guru di 5 sekolah SMP dan beberapa SD, hasilnya tidak ditemukan positif, hasilnya negatif," ujarnya, Rabu 15 September 2021.

Handanu mengatakan, bahwa sampling ini akan terus dilakukan secara bertahap ke beberapa sekolah untuk mengetahui tingkat ketertularan covid-19.

Vaksinasi di Radakng, Guru Santa Maria Pontianak Antar Siswanya untuk Vaksinasi

"Untuk sampling ini, kita akan lanjut lagi menyesuaikan dengan kesiapan sekolah.
Dan kita terus memonitoring pelaksanaan belajar tatap muka. Selain melakukan skrining, kita juga melakukan tracing, jika ada anak yang ditemukan sakit di rawat di rumah sakit. Karena ini merupakan bagian upaya untuk memutus mata rantai penularan. Kita lakukan secara sampling ke beberapa tempat untuk mengetahui positivity rate nya," jelasnya.

Kadiskes Handanu juga mengimbau kepada guru, orang tua maupun siswa selama pembelajaran tatap muka agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bahkan ia meminta agar dilakukan pengawasan secara ketat bagi siswa yang mengikuti PTM, mulai dari keberangkatan sekolah hingga pulang sekolah.

"Kita himbau dalam PTM itu agar tatap menjaga protokol kesehatan, mulai dari keluar rumah sampai di sekolah dan sampai pulang sekolah. Jadi anak-anak sehabis sekolah tidak boleh keliaran atau jalan kemana-mana dengan teman-temannya. Artinya setelah selesai sekolah langsung pulang," ungkapnya.

Kemudian, Handanu juga berharap agar orang tua siswa bisa ikut andil dalam mensukseskan pembentukan Herd Immunity melalui program vaksinasi covid-19.

"Untuk anak-anak yang suai 12 tahun keatas. Jika sudah waktunya divaksin, maka kita mengimbau agar orang tua siswa bisa bersedia untuk mengikut sertakan anaknya untuk divaksin," tuturnya.

Hingga kini untuk capaian vaksinasi covid-19 pada usia remaja sudah mencapai 15 persen dari jumlah yang ditargetkan sebanyak 65,270 ribu orang. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved