Breaking News:

Peringati Hari Anak, Pemkab Sambas Gelar Seminar Parenting For Millennial

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas, Hj Yunnisa Satono mengatakan seminar parenting tersebut diharapkan dapat memberikan ed

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaksanaan kegiatan seminar parenting dengan tajuk ‘Strength Based Parenting for Millenial’ Pemkab Sambas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021, Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas melaksanakan seminar parenting dengan tajuk ‘Strength Based Parenting for Millenial’ atau menggunakan pola pengasuhan berbasis kekuatan untuk Generasi Millenial bersama Direktur Improve Education Consulting, Diah Ningrum, M.Ed. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula utama Kantor Bupati Sambas, Senin (13/9) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas, Hj Yunnisa Satono mengatakan seminar parenting tersebut diharapkan dapat memberikan edukasi dan pengetahuan tetang pola asuh anak kepada orang tua dan guru sebagai pendidik, baik dalam lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.

“Pola asuh yang benar merupakan hak anak yang harus diberikan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, pendampingan orang tua di masa pertumbuhan sangatlah penting, walaupun pendidik di sekolah juga mempunyai peran besar,” ujarnya, Selasa 14 September 2021.

Berikut Kegiatan Sejumlah Polsek Jajaran Polres Sambas, Mulai Patroli hingga Imbauan Prokes

Kata Yunnisa keluarga tetap menjadi yang pertama dan utama dalam membantu anak mengembangkan potensi mereka. Selain untuk mengasah kecerdasan, Yunnisa mengatakan peran orang tua yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan budi pekerti dalam jati diri anak.

“Caranya melalui metode ACB yaitu ajarkan, contohkan dan biasakan. Sesuai dengan sub tema hari ini anak cerdas terliterasi, anak gembira dengan asah asih asuh, anak sehat dan gembira, anak cerdas kreatif dan informatif, serta anak resiliensi tangguh dengan kasih sayang,” ungkapnya.

Menurut hemat Yunnisa, perubahan dinamis akibat pembangunan fisik yang diikuti oleh perubahan perilaku sosial masyarakat cenderung menghilangkan nilai-nilai seperti etika, moral budaya dan agama yang ingin dipertahankan oleh berbagai kelompok masyarakat dan menurun di lingkungan anak.

“Kekhawatiran tentang ini dari waktu ke waktu semakin meningkat, tanda-tanda hilangnya tata nilai tadi diantaranya meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang bahkan pelakunya adalah orang tua mereka sendiri,” tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved