Breaking News:

Ketua FKUB Dorong Kerukunan dengan Konsep Islam Pancasila Demi Masa Depan Indonesia

Dirinya mengutip pandangan Prof. Azyumardi Azra bahwa dua sayap Islam Wasatiyah di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Foto bersama saat Dialog Intern Umat Beragama yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Barat, di Hotel Mahkota Pontianak, Selasa 14 September 2021. Ist 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat Dr. Ismail Ruslan, M.Si menyampaikan materi tentang Islam Pancasila dan Masa Depan Indonesia pada Dialog Intern Umat Beragama yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Barat, di Hotel Mahkota Pontianak, Selasa 14 September 2021.

Ismail Ruslan menekankan Islam Pancasila yang juga bisa dipahami sebagai produk Islam Wasatiyah sangat diperlukan di Indonesia karena alasan latar belakang sejarah umat Islam Indonesia serta berbagai situasi terkini dunia Islam.

"Umat Islam di Indonesia salah satunya kuat karena senantiasa berpegang pada otoritas baik individu yang ada pada ulama serta kelompok ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah yang senantiasa menjadi rujukan dalam berbagai persoalan persoalan keagamaan," ujarnya.

Selain itu, menurutnya kekuatan Islam Wasatiyah di Indonesia itu berpegang pada doktrin teologis yang diisusun oleh Imam Asy'ary dan Imam Al-Maturidi, menganut fikih Mazhab Syafi'i serta bertasawuf menurut imam Ghazali yang mana pilihan ini menjadi kekuatan Islam Wasatiyah yang dipraktikkan di Indonesia.

FKUB Kalbar Kunjungi Kabupaten Kayong Utara

Dirinya mengutip pandangan Prof. Azyumardi Azra bahwa dua sayap Islam Wasatiyah di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.

"Dua ormas ini hadir ketika negara mendapat berbagai serangan," katanya.

Selain itu, kondisi geografis masyarakat Indonesia juga mempengaruhi corak Islam yang berkembang di Indonesia.

"Masyarakat Indonesia adalah masyarakat maritim yang menjadikan masyarakatnya terbuka dan menerima kehadiran orang lain yang memiliki berbagai keragaman," paparnya.

Menurutnya ada banyak permasalahan yang dihadapi umat Islam, misalnya akhir-akhir ini ada sekolompok orang yang kemudian mulai mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.

Selain itu, ada juga masyarakat yang mengalami posttruth (pascakebenaran) dan distrust (ketidakpercayaan), masyarakat lebih percaya media sosial daripada tokoh-tokoh agama. Padahal dalam sejarahnya Pancasila dan Islam sudah menjadi kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang tidak perlu dipertentangkan.

Pancasila merupakan titik persamaan semua elemen bangsa sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara. Jadi Islam Pancasila menjadi jaminan masa depan Indonesia. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved