Breaking News:

CPNS Kalbar

BKPSDM Kayong Utara Sampaikan Perkembangan Tes SKD CPNS di Gedung Balai Praja

Kepala Bidang Pengadaan, Pengangkatan, Pemberhentian, Mutasi dan Promosi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kayong Utara

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/JOVI LASTA
Peserta Tes CPNS, ikuti tahap registrasi di Kantor Bupati Kayong Utara, Jalan Tanah Merah, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Selasa 14 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Hari ini dilaksanakan Tes seleksi kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gedung Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara, Jalan Tanah Merah, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kayong Utara, telah melakukan persiapan tes SKD CPNS tahun 2021.

Kepala Bidang Pengadaan, Pengangkatan, Pemberhentian, Mutasi dan Promosi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kayong Utara, Gusti Iman Adi Surya, melalui Kepala Subbidang Pengadaan, Pengangkatan dan Pemberhentian, Fatarul Tanre menyampaikan perkembangan tes SKD CPNS saat ini.

"Untuk Tes yang sesi pertama, dihadiri oleh 61 peserta. 4 peserta yang tidak hadir. Kita juga belum tahu, kendalanya apa saja. Nanti kita kroscek lagi kepada peserta, apa penyebabnya. Nanti kita coba telusuri dulu kontaknya, apakah yang bersangkutan positif Covid-19 atau memang berhalangan hadir atau apa kan kita belum tahu alasannya apa. Kalau memang ternyata Covid-19, kita minta keterangan Hasil Swabnya, kita laporkan ke panitia pusat mungkin nanti dijadwalkan ulang," terang Tanre, Selasa 14 September 2021.

Contoh Informasi Dalam Teks Prosedur dan Cara Penyajiannya Serta Arti Dari Teks Prosedur

Lebih lanjut, Dirinya mengungkapkan masih ditemukan beberapa peserta yang tidak mentaati ketentuan tes CPNS pada hari ini, diantaranya menggunakan sepatu yang berbeda dan kendala pada deteksi wajah beberapa peserta.

"Jadi, ada beberapa yang belum dilaksanakan dan ditertibkan oleh peserta, itu ada beberapa peserta yang memakai sepatu berwarna tidak sesuai ketentuan. Kemudian, kita ada juga kendala di deteksi wajah. Antara data foto pelamar, mungkin waktu upload apakah mungkin pakai filter atau photoshot diputihkan dan segala macam jadi begitu kita langsung registrasi kan pakai pengenal wajah. Nah sistemnya susah mengenali wajahnya," ucapnya.

"Jadi kita menghubungi BKN Pusat lagi, minta bukakan dengan verifikasi manual. Jadi kita cek fotonya, cek langsung wajahnya dan data-data lain. Kalau sesuai kita lanjutkan ke registrasi," tambahnya.

Untuk beberapa peserta yang menggunakan sepatu berwarna tidak sesuai ketentuan, pihaknya telah memberikan rekomendasi baik itu mengambil langsung ataupun diantar.

"Sudah kita arahkan, apakah peserta tersebut pulang mengambil atau minta antarkan dengan keluarga. Tinggal dia (peserta) yang mengkondisikannya," tukasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kayong Utara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved