Breaking News:

KalFor Project dan Pemkab Sintang Latih Perwakilan Desa Susun Perdes Pengelolaan Hutan di APL

Menurut Widian, para pelatih akan menyampaikan seluruh materi disertai dengan praktek langsung penyusunan Peraturan Desa yang baik.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pemerintah Kabupaten Sintang dengan dukungan Kalimantan Forest (KalFor) Project melaksanakan pelatihan Penyusunan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Hutan di Area Pengunaan Lain (APL) di Kabupaten Sintang. KalFor Project merupakan proyek yang dikembangkan oleh Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan pendanaan dari Global Environmental Facility (GEF) United Nations Development Program (UNDP). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang dengan dukungan Kalimantan Forest (KalFor) Project melaksanakan pelatihan Penyusunan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Hutan di Area Pengunaan Lain (APL) di Kabupaten Sintang.

KalFor Project merupakan proyek yang dikembangkan oleh Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan pendanaan dari Global Environmental Facility (GEF) United Nations Development Program (UNDP).

Pelatihan yang dilaksanakan di Hotel New Setia Sintang ini melibatkan desa-desa percontohan yang melakukan pengelolaan hutan di APL, OPD teknis di Kabupaten Sintang serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Senin 13 September 2021.

Terdapat 8 desa di Kabupaten Sintang yang menjadi peserta pelatihan, meliputi: Desa Merpak, Gemba Raya, Ensaid Panjang, Karya Jaya Bakti, Empaka Kebiau Raya, Sepulut, Bangun, dan Sungai Buluh.

Yosepha Hasnah Ajak Semua Pihak Jaga Kerukunan dan Kedamaian Kabupaten Sintang

Selain itu turut pula Desa Vega dari Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu sebagai desa tamu. Masing-masing desa mengirimkan 5 orang peserta yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa / Kaur Pemerintahan, Ketua dan Anggota BPD, serta tokoh masyarakat/perwakilan perempuan.

Total peserta berjumlah 54 orang yang dibagi dalam 2 gelombang pelatihan sejak tanggal 13 sampai 18 Sepember 2021.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis bagi perwakilan pemerintah desa, Badan Perwakilan Desa (BPD) dan perwakilan kelompok masyarakat dalam penyusunan peraturan desa tentang perencanaan dan pengelolaan hutan di Area Penggunaan Lain (APL).

Widian Sukri, dari BAPEPDA Kabupaten Sintang dalam laporan penyelenggaraan kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan secara tatap muka (offline) dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Mengingat peserta berasal dari berbagai lokasi, maka sebelum kegiatan dimulai, peserta harus menyerahkan surat keterangan rapid test antigen dengan hasil negatif. Selama kegiatan peserta diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer," kata Widian, Senin 13 September 2021.

Menurut Widian, para pelatih akan menyampaikan seluruh materi disertai dengan praktek langsung penyusunan Peraturan Desa yang baik.

"Untuk itu, pelatihan akan dilaksanakan dalam 3 tahapan yaitu Training of Trainer (ToT), pendampingan Tenaga Ahli dalam penyusunan Peraturan Desa untuk masing-masing desa dan finalisasi proses penyusunan Peraturan Desa tersebut. Keseluruhan tahapan pelatihan direncanakan akan diaksanakan selama 3 bulan mendatang," jelas Widian. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved