Breaking News:

Jaksa Akan Lakukan Kasasi Terhadap Putusan Bebas Anggota DPRD Ketapang Luhai

Untuk itu, dikatakan Fajar, pihaknya akan menyusun memori kasasi dengan mempelajari salinan putusan serta merunut dari dakwaan dan fakta persidangan

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa LH yang juga Merupakan Anggota DPRD Ketapang Aktif Saat Keluar Menggunakan Rompi Tahanan Kejaksaan Negeri Ketapang. Foto Nur Imam Satria 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang Alamsyah melalui Kasi Intel Kejari Ketapang Fajar Yulianto menyampaikan bahwa akan melakukan upaya hukum terkait putusan bebas yang diberikan majelis hakim Pengadilan Tipikor Pontianak terhadap terdakwa Luhai.

"Secepatnya kita akan lakukan kasasi, dan akan menyusun memori kasasi yang nanti kita serahkan ke pengadilan untuk diteruskan ke Mahkamah Agung," kata Fajar, Minggu 12 September 2021.

Menurut Fajar, selama proses hukum mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga berkas dinyatakan lengkap atau P 21, pihaknya selalu profesional dalam menjalankan tugas.

Bahkan, pada saat pelimpahan ke pengadilan pihaknya melakukan penahanan terhadap kedua terdakwa.

Kejari Ketapang Amankan Buronan Kasus Dugaan Korupsi dari Kejari Gunungkidul

"Semuanya tentu sesuai prosedur dan alat bukti terpenuhi, bahkan dalam persidangan kami bisa membuktikan keterlibatan keduanya. Makanya ada beberapa pasal termasuk membuktikan adanya pasal 55 yakni penyertaan, namun majelis hakim melihat hanya terdakwa Petrus yang terbukti sedangkan Luhai bebas," jelasnya.

Untuk itu, dikatakan Fajar, pihaknya akan menyusun memori kasasi dengan mempelajari salinan putusan serta merunut dari dakwaan dan fakta persidangan yang telah dilalui. 

Diakuinya, memo kasasi akan disampaikan sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

"Secara garis besar tentu memo kasasi akan memuat sesuai tuntutan kita termasuk pasal-pasal yang didakwakan," tegasnya.

Terkait adanya saksi yang tidak hadir karena alasan yang layak, Fajar menegaskan kalau hal tersebut tidak menjadi halangan dalam proses persidangan lantaran sesuai aturan keterangan saksi bisa dibacakan oleh JPU.

"Karena para saksi disumpah saat BAP, keterangan dibacakan dan itu sudah dilakukan saat persidangan sehingga tidak mengganggu jalannya sidang," ujarnya.

Fajar berharap, memo kasasi yang disampaikan dapat diterima oleh Mahkamah Agung dan jika memang diterima maka itu harus dijalankan oleh para pihak.

"Kita yakin tuntutan kita akan diterima dan bisa diputus lebih tinggi sesuai dengan kewenangan MA," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya majelis hakim pengadilan Tipikor Pontianak menjatuhkan vonis bebas terhadap Luhai atas dakwaan tindak pidana korupsi Dana Desa Bantan Sari, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang pada sidang yang berlangsung pada Kamis 9 September 2021. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved