Breaking News:

Mengapa Perubahan Iklim Bisa Merubah Bentuk Fisik Hewan?

Perubahan juga terjadi pada spesies mamalia. Peneliti telah melaporkan peningkatan panjang ekor pada tikus kayu dan peningkatan ukuran ekor dan kaki p

Editor: Maudy Asri Gita Utami
IAR Indonesia
Perubahan Iklim Memburuk, Dua Individu Orangutan 'Terusir' dari Hutan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pada dasarnya, perubahan iklim sangat sering kita alami di negara tropis. 

Perubahan iklim bukan hanya jadi masalah manusia. Hewan pun turut terdampak dengan hal tersebut yang membuat mereka harus melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup.

Dalam studi terbaru, terungkap bahwa beberapa hewan berdarah panas akan beradaptasi dengan mengubah bentuk fisik mereka.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Trends in Ecology and Evolution itu menyebut bahwa hewan melakukan perubahan ukuran pada paruh, kaki, dan telinga menjadi lebih besar, untuk mengatur suhu tubuh mereka dengan situasi planet saat semakin panas.

Kenapa Unta Menjadi Hewan yang Unik? Simak Fakta Hewan Mamalia yang Hidup di Gurum

Mengutip Phys, Minggu 12 September 2021 perubahan iklim yang terjadi memberikan banyak tekanan kepada hewan. Beberapa spesies akan beradaptasi tapi yang lain mungkin tidak.

"Sudah saatnya kita menyadari bahwa hewan juga harus beradaptasi dengan perubahan ini. Tetapi itu terjadi dalam skala waktu yang jauh lebih pendek daripada yang terjadi di sebagian besar waktu evolusi," ungkap Sara Ryding, peneliti burung dari Deakin University, Australia.

Ryding mencatat bahwa perubahan iklim adalah fenomena kompleks dan beragam yang telah terjadi secara progresif, sehingga sulit untuk menentukan hanya satu penyebab perubahan bentuk.

Tetapi perubahan ini telah terjadi di wilayah geografis yang luas dan di antara beragam spesies, jadi hanya ada sedikit kesamaan selain dari perubahan iklim.

Perubahan bentuk fisik yang nyata itu salah satunya dilaporkan pada burung. Beberapa spesies burung beo Australia diketahui telah menunjukan rata-rata peningkatan ukuran paruh 4-10 persen sejak tahun 1871.

Hewan Langka yang Harus Kita Lindungi di Indonesia, Apa Saja?

Hal tersebut berkorelasi positif dengan suhu musim panas setiap tahun.

Perubahan juga terjadi pada spesies mamalia. Peneliti telah melaporkan peningkatan panjang ekor pada tikus kayu dan peningkatan ukuran ekor dan kaki pada tikus bertopeng.

"Peningkatan ukuran yang kita lihat sejauh ini cukup kecil, kurang dari 10 persen. Jadi perubahannya tak mungkin langsung terlihat. Tapi perubahan menonjol seperti pada telinga diperkirakan akan meningkat dalam waktu yang tak terlalu lama," kata Ryding.

Selanjutnya, Ryding bermaksud untuk menyelidiki perubahan bentuk pada burung Australia secara langsung dengan memindai spesimen burung di Museum dalam waktu 100 tahun terakhir.

"Perubahan bentuk berarti mereka berevolusi untuk bertahan hidup. Tapi kami tak yakin apa konsekuensi ekologis lainnya dari perubahan ini atau apakah memang semua spesies mampu berubah dan bertahan hidup," tambahnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved