Breaking News:

Bahaya Penularan Covid-19 Saat Berkerumun dan Tak Bermasker Durasi Lama Jadi Titik Lengah Kaula Muda

Ahli Epidemiologi dari Poltekkes Pontianak, Malik Saepudin menanggali terkait ditemukannya kluster baru dari mahasiswa di kampus Shanti Bhuwana Bengka

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUN PONTIANAK/Muhammad Rokib
Ketua Tim Pengkajian ilmiah Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Saepudin, SKM, M. Kes saat di wawancara wartawan Tribun di Poltekkes Kemenkes Pontianak, Kalbar, Rabu (15/4/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ahli Epidemiologi dari Poltekkes Pontianak, Malik Saepudin menanggali terkait ditemukannya kluster baru dari mahasiswa di kampus Shanti Bhuwana Bengkayang. Dimana terdapat 139 mahasiswa yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR. 

Dikatakannya tidak disangsikan lagi kejadian yang baru-baru terjadi di Kabupaten Bengkayang yakni ditemukannya klaster kampus, dikarenakan adanya paparan virus corona dengan viral load yang tinggi di kalangan anak muda

Hal ini harus dicermati bisa jadi sedang ada transmisi varian Delta di wilayah dengan tipecal penularan dikalangan anak muda dan tanpa gejala.  

Serahkan Ribuan Polybag Anima Tanaman Hias, Mentan RI Singgung Hilirisasi Keratom dan Lidah Buaya

Oleh karenanya perlu kecepatan khusus dalam pelacakan, untuk mencegah masifnya peningkatan klaster keluarga,  juga peningkatkan kasus yang tinggi dan fatal di kalangan usila dan Komorbid. 

Paparan dikalikan formula waktu adalah dasar pelacakan kontak. Siapa pun yang  menghabiskan lebih dari 10 menit dalam situasi tatap muka, maka berpotensi terinfeksi. 

Bisa jadi dari setiap terbentuknya klaster penularan Covid-19 baik disadari mapun tidak, maka diantara mereka dalam pemeriksaan PCR akan diketemukan Viral load yg sangat tinggi,  seperti yang pernah terjadi sebeluamnya pada klaster Kampus pontianak pada bulan April 2021.

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Waspadai indikator Viral Load yang tinggi sebagai Faktor Penting dalam peningkatan Covid-19 di wilayah Kalbar.

Sudah lebih dari 1,5 tahun pandemi COVID-19 berlangsung dan program vaksinasi sudah berjalan. Meskipun dibeberapa kabupaten kota di Kalbar telah menunjukan tanda-tanda penurunan kasus yang siginifikan.

Namun  dibeberapa wilayah lainnya masih fluktuatip bahkan cenderung masih meningkat,  terutama pada wilayah dengan aktivitas penduduk yang  tinggi, sampai sedang  seperti di Kabupaten Bengkayang, Landak,  Sintang, Melawi dan Mempawah,  yang saat ini masuk dalam zona Oranye, bahkan bisa jadi menjadi Zona merah, jika tidak ada upaya  yang lebih optimal. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved