Breaking News:

Kadissos Paparkan Lebih dari 22 Ribu Kepala Keluarga di Kota Pontianak Masuk Kategori Miskin

Dari jumlah data warga miskin tersebut, ia menerangkan ada beberapa katagori, diantaranya warga yang termasuk sangat miskin dan hampir miskin.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rokib
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak Darmanelly. Oki 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Darmanelly menyebutkan, data warga miskin di Kota Pontianak Kalimantan Barat sebanyak kurang lebih 22 ribu Kepala Keluarga.

Dari data tersebut, ia sampaikan sudah diusulkan kepada pemerintah pusat yakni Kementerian Sosial (Kemensos).

"Tentang data orang miskin bermula pada pendataan BPS tahun 2016 dari Kemensos itu terhimpun sebanyak 22.854 rumah tangga di Kota Pontianak. Lalu kita kirim ke Kemensos sementara yang mendapatkan Program PKH sebanyak 9.536 KK, kemudian yang mendapatkan BPNT sebanyak 18.608 KK. Sedangkan yang mendapat BST sebanyak 9 ribuan," ujarnya, Sabtu 11 September 2021.

Mengantuk Saat Mengemudi Mobil, Perempuan di Pontianak Tabrak Sejumlah Pengendara dan Lapak Pedagang

Dari jumlah data warga miskin tersebut, ia menerangkan ada beberapa katagori, diantaranya warga yang termasuk sangat miskin dan hampir miskin.

"Sehingga ada beberapa yang tidak mendapat bantuan. Maka bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Kemudian, untuk warga yang mendapat Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan warga yang termasuk sangat miskin dengan persyaratan terdapat ibu hamil, memiliki anak sekolah, lansia dan disabilitas.

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

"Kemudian dia juga mendapatkan bantuan tambahan komplementer yaitu perbaikan rumah jika rumahnya perlu diperbaiki, perbaikan toilet, jika toiletnya perlu diperbaiki, atau kalau dia tidak punya sarana listrik mereka dapat bantuan listrik maupun bantuan PDAM. Sehingga pengeluarannya berkurang," paparnya. 

"Anaknya sekolah dibiayai oleh KIP. Kemudian kalau berobat ada kartu Indonesia Sehat, sehingga penghasilannya lebih kepada pengembangan kesejahteraan lainnya. Maka kita harapkan semakin hari kondisinya semakin membaik dan keluar dari kemiskinan itulah yang dinamakan graduasi," jelasnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa indikator graduasi, diantaranya ada graduasi alamiah. Hal ini dikarenakan warga yang sebelumnya mendapat program PKH, namun sudah tidak terpenuhi kriteria persyaratan untuk mendapat program PKH tersebut. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved