Breaking News:

Bangun Kawasan Pasar Sungai Durian Sintang, Lasarus: Kalau Bisa Selesai Sebelum Kontraknya Habis

Satker tadi menyebut kegiatan ini akan didampingi oleh kejati kalbar. Saya berharap seluruh kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan koridor hukum

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), Lasarus meletakan batu pertama peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan pasar sungai durian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat 10 Agustus 2021. Kawasan pasar sungai durian akan dibangun taman alun-alun, pedestrian, gerbang kawasan hingga street furniture dengan nilai kontrak Rp 37,6 miliar rupiah masa pelaksanaan multiyears sumber dana APBN. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), Lasarus berharap pekerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan pasar sungai durian, Kabupaten Sintang, dapat diselesaikan sebelum kontraknya selesai.

Berdasarkan laporan dari Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I pada BPPW Provinsi Kalimantan Barat, Reza Rizka Pratama menyebut surat perintah kerja (SPK) mulai 13 Agustus dengan nilai kontrak sebesar Rp 37,6 miliar rupiah, saat ini progresnya baru 0,358 persen.

"Saya berharap pada pelaksananya, kalau bisa sudah selesai sebelum kontraknya habis. Itu berarti serapannya bagus. Tapi per hari ini saya dengar masih 0,35 sekian persen, saya lihat agak telat ini kalau diteruskan," jelas Lasarus, Jumat 10 September 2021.

Lasarus mendukung upaya Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I pada BPPW Provinsi Kalimantan Barat yang mengajukan permohonan pendampingan ke Kejati Kalbar, agar seluruh prosesnya berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Lasarus Letakan Batu Pertama Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Pasar Sungai Durian

"Satker tadi menyebut kegiatan ini akan didampingi oleh kejati kalbar. Saya berharap seluruh kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," harapnya.

Menurut Lasarus, cepat lambatnya pekerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan pasar sungai durian, Kabupaten Sintang, berdampak pada serapan anggara pemerintah pusat.

Oleh sebab itu, dia meminta pelaksana dapat mengerjakan pekerjaan ini tuntas tepat waktu.

"Saya berharap progres di lapangan segera dipercepat. Pemerintah pusat punya tanggungjawab terkait dengan serapan anggaran. Kami sering kali bermasalah dalam artian sudah kita anggarkan tetapi uangnya tidak bisa kita serap. Kita rugi negara. Letak masalahnya komunikasi pemda dan pusat kurang lancar," jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved