Pola Hidup Sehat

SAYURAN Dapat Diolah Selain Menjadi Makanan Juga Dapat Menjadi Minuman Sehat yang Banyak Mengandung?

Sayur atau sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan nabati yang biasanya mengandung kadar air yang tinggi, yang dapat dikonsumsi setelah....

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Ilustrasi jus sayuran. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sayur atau sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan nabati yang biasanya mengandung kadar air yang tinggi, yang dapat dikonsumsi setelah dimasak atau diolah dengan teknik tertentu, atau dalam keadaan segar.

Istilah untuk kumpulan berbagai jenis sayur adalah sayur-sayuran atau sayur-mayur.

Pengolahan sayur-mayur dapat dilakukan dengan cara beragam.

Sayur merupakan makanan yang sehat untuk dikonsumsi.

Sayur dapat dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian dari menu utama, makanan pembuka dan penutup, atau makanan sampingan. Sayur dapat diolah dengan cara yang sangat beragam, yaitu dengan cara perebusan, pengukusan, penggorengan, penyangraian, penumisan dan sebagainya, atau pun dengan menambahkan atau mencampur dengan bahan makanan lain seperti dalam pembuatan lalap dan selada.

Kandungan nutrisi antara sayur yang satu dan sayur yang lain pun berbeda-beda, meski umumnya sayur mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang beragam.

TOMAT Termasuk Buah atau Sayur? Berikut Manfaat Tomat untuk Kesehatan

Beberapa jenis sayur bahkan telah diklaim mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun. Konon, melakukan diet dengan mengonsumsi jumlah sayur dan buah-buahan yang cukup dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.

Dengan diet ini pula, dapat membantu melawan kanker dan mengurangi osteoporosis.

Selain itu, dengan mengonsumsi zat natrium dalam buah dan sayur akan membantu mencegah terbentuknya batu ginjal.

Namun, sering kali sayur juga mengandung racun dan antinutrisi seperti α-solanin, α-chaconine, enzim inhibitor (dari cholinesterase, protease, amilase, dsb), sianida dan sianida prekursor, asam oksalat, dan banyak lagi.

Tergantung pada konsentrasi, senyawa tersebut dapat mengurangi sifat edibilitas, nilai gizi, dan manfaat kesehatan dari sayur.

Memasak dan mengolahnya sering kali dapat mengurangi sejumlah zat tersebut.

Berikut ini adalah beberapa sayuran terbaik untuk dibuat jus yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan:

1. Kale

Kale dikenal sebagai salah satu superfood atau makanan super yang baik untuk dikonsumsi.

Itu karena kale merupakan makanan sumber nutrisi yang sangat baik.

Kale terbukti kaya akan vitamin A, vitamin C, dan vitamin K.

Kale mentah juga mengandung antioksidan tinggi, termasuk beta-karoten.

Antioksidan ini dapat menetralkan molekul berbahaya yang disebut radikal bebas untuk membantu melindungi dari kondisi seperti penyakit jantung.

Untuk mengonsumsinya, kale bisa juga dibuat jus.

Saat dibuat jus, kale pun cocok jika dicampur dengan buah dan sayuran lainnya.

Faktanya, minum jus kale telah terbukti dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung, termasuk kolesterol jahat atau kolesterol LDL.

Sebuah studi pada 32 pria dengan kadar kolesterol tinggi menemukan bahwa minum 5 ons (150 ml) jus kale setiap hari selama 3 bulan, mengurangi kolesterol jahat sebesar 10 persen dan meningkatkan kolesterol baik atau kolesterol HDL pelindung jantung sebesar 27 persen.

SEBUTKAN 3 Macam Buah yang Mengandung Vitamin C? Ini Makanan yang Mengandung Vitamin C

2. Wortel

Karena rasanya yang sedikit manis dan profil nutrisinya yang mengesankan, wortel adalah pilihan sayuran laun yang tepat dibuat jus.

Wortel telah terbukti termasuk makanan rendah kalori dan tinggi vitamin A, biotin, serta kalium .

Terlebih lagi, wortel sarat dengan karotenoid yang merupakan pigmen tumbuhan yang bekerja sebagai antioksidan kuat dalam tubuh.

Senyawa karotenid tersebut termasuk beta-karoten, likopen, alfa-karoten, dan lutein.

Studi menunjukkan bahwa makan makanan yang kaya karotenoid telah dikaitkan dengan penurunan risiko beragam penyakit, sepeti terkena penyakit mata degeneratif, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu, termasuk prostat.

Saat dibuat jus, manisnya jus wortel dapat dipadu padankan dengan sayur lain dan buah yang biasa dijus, seperti buah jeruk dan bit.

3. Sayur bit

Selain warnanya yang cerah menggoda dan rasanya yang lembut, sayur bit juga punya keunggulan dalam menyediakan manfaat kesehatan.

Dalam hal nutrisi, sayur bit dikemas dengan mangan, kalium, dan folat.

Sayur bit juga tinggi nitrat, sejenis senyawa tumbuhan alami dengan efek kesehatan yang kuat.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa jus bit yang kaya nitrat dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kinerja fisik, dan menjaga kesehatan otak.

Bukan hanya bagian umbi atau akarnya, bagian daun pada sayur bit juga banyak nutrisi, sehingga baik dikonsumsi, termasuk bisa dibuat jus.

PENYAKIT Lupus Itu Apa ? Lupus Merupakan Penyakit Autoimunitas yang Terjadi Akibat ?

4. Kubis

Kubis juga merupakan sayuran bergizi dan lezat yang cocok untuk dijadikan jus.

Setiap porsi kubis penuh dengan vitamin K dan vitamin C, bersama dengan mikronutrien lainnya, seperti folat, mangan, dan vitamin B6.

Dalam klasifikasi biologi, kubis termasuk sayuran cruciferous dan berkerabat dekat dengan sayuran lain seperti brokoli, kale, kembang kol, dan kubis Brussel.

Studi menunjukkan bahwa makan lebih banyak sayuran cruciferous ini telah dikaitkan dengan risiko diabetes, penyakit jantung, dan peradangan yang lebih rendah.

5. Bayam

Selain memiliki rasa yang lembut dan segar, bayam juga menawarkan banyak nutrisi untuk diasup.

Bayam terbukti mengandung tinggi vitamin A dan vitamin C, serta sanggup memberikan dosis antioksidan yang sehat, seperti quercetin, kaempferol, dan lutein.

Bayam juga kaya nitrat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Sebuah studi pada 27 orang menemukan bahwa mengonsumsi bayam selama 7 hari secara signifikan dapat mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jus bayam memiliki aktivitas antasida, sehingga baik dikonsumsi oleh orang yang mengalami refluks asam lambung.

6. Brokoli

Brokoli adalah sayuran cruciferous yang telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan yang mengesankan.

Secara khusus, brokoli adalah sumber mikronutrien utama yang sangat baik, seperti kalium dan vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C.

Brokoli juga mengandung kaempferol, senyawa kuat yang telah terbukti bisa menetralkan radikal bebas penyebab penyakit, mengurangi peradangan, dan mengurangi pertumbuhan sel kanker dalam studi tabung reaksi.

Terlebih lagi, sebuah penelitian baru-baru ini pada 960 orang mencatat bahwa makan satu porsi sayuran hijau yang kaya kaempferol dan antioksidan lainnya per hari dapat memperlambat penurunan mental terkait usia.

Untuk mengonsumsi brokoli, Anda bisa juga menjadikannya sebagai jus.

Masukkan kepala dan batang brokoli untuk memanen nutrisinya.

PENYAKIT yang Timbul Akibat Kekurangan Vitamin D dan Sinar Matahari Pagi

7. Mentimun

Mentimun memiliki kandungan air yang tinggi.

Selain dikonsumsi secara langsung, mentimun juga bisa dikonsumsi dengan cara dibuat jus.

Ketika dikonsumsi, sayuran yang satu ini bukan hanya sanggup menawarkan kesegaran, tapi juga banyak nutrisi menyehatkan.

Mentimun termasuk sayuran rendah kalori, tapi tinggi kalium, mangan, dan vitamin K dan vitamin C.

Menambahkan mentimun ke dalam makanan Anda dapat membantu Anda tetap terhidrasi, yang sangat penting untuk kesehatan pencernaan, fungsi ginjal, manajemen berat badan, dan kinerja fisik.

Selain itu, penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa ekstrak mentimun dapat membantu mengurangi peradangan pada sel kulit.

8. Seledri

Jus seledri mulai mendapatkan daya tarik di dunia kesehatan karena memang menguntungkan.

Selain kandungan airnya yang tinggi, seledri mengandung banyak vitamin A, vitamin K, dan vitamin C, serta antioksidan seperti kaempferol, asam caffeic, dan asam ferulic.

Penelitian pada hewan dan tabung reaksi telah menemukan bahwa ekstrak seledri dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol.

Sebuah penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam seledri memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, yang dapat melindungi dari penyakit kronis.

Banyak orang suka minum jus seledri sendiri, tetapi bisa juga dikombinasikan dengan jus lemon, apel, dan sayuran hijau untuk minuman yang enak.

9. Tomat

Tomat adalah sayuran lain yang bagus ntuk dibuat jus.

Tomat tidak hanya rendah kalori tetapi juga kaya dengan nutrisi penting seperti vitamin C, kalium, dan folat.

Tomat juga kaya likopen, senyawa yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat, serangan jantung, dan stroke.

Minum jus tomat juga telah terbukti dapat mengurangi peradangan, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan kesuburan pria.

Terlebih lagi, jus tomat dapat mengurangi peradangan yang terkait dengan olahraga, menjadikannya pilihan cerdas bagi para atlet.

Pasangkan tomat dengan seledri, mentimun, dan peterseli untuk mendapatkan jus yang menyegarkan dan menyehatkan.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Sayuran Terbaik untuk Dibuat Jus"

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved