Breaking News:

Proposal PKM Mahasiswa UMP 'Pemanfaatan Ekstrak Kasar Daun Saksang' Lolos Program Kemenristek Dikti

Proposal penelitian dari kelompok mahasiswa yang diketuai Vivi Julia Kartika ini lolos pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Riset

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Daun Saksang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) meraih sebuah prestasi meloloskan proposal berjudul "Pemanfaatan Ekstrak Kasar Daun Saksang Sebagai Koagulan Pada Pembuatan Keju". 

Proposal penelitian dari kelompok mahasiswa yang diketuai Vivi Julia Kartika ini lolos pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). 

Program Kreativitas Mahasiswa merupakan salah satu upaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menumbuhkan, mewadahi dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi di Ayani Megamal dan SMAN 1 Pontianak

Menurut Vivi penelitian ini bertujuan mengetahui cara peaplikasian saksang sebagai pengganti rennet dalam pembuatan keju. Saat ini enzim rennet memiliki harga yang mahal.

Maka diperlukan alternatif lain yaitu mengugunakan enzim protease yang dihasilkan dari daun sangsang. 

Daun saksang dengan nama latin P. Cauliflora Diels telah dimanfaatkan sejak lama sebagai penyedap rasa dan pengempuk daging oleh masyarakat pedalaman Kalimantan Barat karena mengandung enzim protease.  Saksang biasanya hidup diantara pohon-pohon besar, nama lain saksang adalah sengkubak.

Vivi menuturkan sangat senang dan bersyukur karena penelitiannya bisa lolos dan mendapatkan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebesar Rp. 9.512.000.

Ia juga berharap dari penelitian yang dibuatnya dapat bermanfaat. 

"Terimakasih kepada Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi yang akan mendanai penelitian kami, saya berharap dalam pelaksanaan program ini dapat meningkatkan kualitas produk Industri skala rumahan melalui teknologi tepat, guna bersifat efektif dan efisien," ujarnya, Kamis 9 September 2021.

Ibu Hanum Mukti Rahayu selaku pembimbing turut menjelaskan jika mahasiswa harus aktif dan serius agar menghasilkan proposal yang baik dan benar. 

“Mahasiswa harus serius dan harus aktif berkonsultasi agar menghasilkan proposal yang baik dan benar tentunya dalam rangka menjadi pribadi yang tahu aturan, taat aturan, kreatif, inovatif, dan objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual," pungkasnya. (*)

(Update Infomasi Seputar Kota Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved