Breaking News:

Peluang Membidik Saham Pertambangan di Tengah Lonjakan Harga Komoditas Supercycle

khususnya menekan beban keuangan dan kenaikan harga logam timah yang signifikan di pasar komoditas maka akan membuat kinerja perusahaan lebih baik

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
Tribunpontianak.co.id/Istimewa
Waktu Indonesia Berinvestasi (WIB) dengan tema “Potensi Cuan di Saham TINS” bersama Lotus Sekuritas pada Rabu, 8 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kalbar menggelar Waktu Indonesia Berinvestasi (WIB) dengan tema “Potensi Cuan di Saham TINS” bersama Lotus Sekuritas pada Rabu, 8 September 2021. Kepala BEI Kalbar Taufan Febiola memandu diskusi tersebut.

Senior Equity Analys Lotus Sekuritas, Sharlita L Malik, menjelaskan periode supercycle atau periode kenaikan harga komoditas secara signifikan berkontribusi dalam mengangkat kinerja saham sektor pertambangan.

Kenaikan harga komoditas di 2021 itu sering dikaitkan dengan komoditas supercycle. Jadi suatu periode harga komoditas naik secara signifikan melebihi historisnya. Hal ini karena peningkatan permintaan sementara tidak diiringi suplai yang memadai.

Public Expose LIVE 2021 Pandu Investor Tentukan Langkah Investasi

“Seperti batu bara harga sudah naik hampir 118 year to date. Lalu nikel sudah menyentuh USD19.300/ton (17 persen), lalu timah harganya juga naik signifikan hampir 80 persen (yoy),” kata Sharlita dalam live instagram di channel @idx_kalbar.

Menurutnya ada tiga faktor yang menyebabkan kenaikan harga komoditas pertambangan. Pertama, karena suplai dan demand. Lalu yang kedua karena faktor persedian. Sementara faktor yang ketiga yakni peristiwa.

“Penekanan juga di faktor peristiwa. Jadi saat ini kan ada transformasi dari high carbon ke low carbon. Kita sama-sama menuju ke green energy. Nah ini berpeluang untuk terjadi rally khususnya untuk metal. Akan ada peluang kenaikan harga metal yang cukup signifikan. Kemungkinan nantinya peluang kenaikan dari harga metal menjadi leading sektor pertambangan,” papar Sharlita.

Mahasiswa Ekonomi Untan Ini Pilih Investasi Saham untuk Modal Selesai Kuliah

Terkait peluang memanen cuan dari saham PT Timah Tbk (TINS), Sharlita menjelaskan hal ini akan sangat berpeluang. Jika dilihat dari rilis kinerja yang telah dilakukan PT Timah Tbk menunjukkan kinerja yang baik pada 2020 lalu. Meski terjadi pelemahan di sektor produksi. Seperti pelemahan dari sisi produksi biji timah, logam timah yang berdampak pada penjualan

Sebelumnya dalam Public Expose Live 2021 yang digelar BEI, Rabu 8 September 2021, manajemen TINS memaparkan stabilnya harga timah global pada 6 bulan pertama tahun ini membuat perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih.

Tercatat, TINS membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 270,05 miliar sepanjang 6 bulan pertama 2021. Perolehan ini berkebalikan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar Rp 390,07 miliar.

Jumlah Investor Pasar Modal di Kalbar Tumbuh Pesat, BEI Sebut Ada Kontribusi Milenial

Meski pendapatan perseroan turun 27% dari Rp 8,03 triliun menjadi Rp 5,87 triliun, EBITDA melesat menjadi Rp 1,04 triliun dari sebelumnya Rp 348 miliar.

Dari sisi produksi, perseroan tercatat membukukan produksi bijih timah sebesar 11.457 ton atau turun 54% dari tahun sebelumnya.

Produksi logam timah pada triwulan II tahun 2021 adalah sebesar 11.915 ton atau turun 57% dibandingkan tahun sebelumnya 27.833 ton. Sementara itu, penjualan logam timah pada triwulan II tahun 2021 sebesar 12.523 ton atau turun 60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Maman Harap Efek Domino Positif dari Adanya Smelter Guna Serap Tenaga Kerja Lokal

“TINS juga memiliki proyek smelter yang dipastikan akan menambah kapasitas jumlah produksi mereka. Lalu upaya efisiensi cost yang dilakukan perusahaan khususnya menekan beban keuangan dan kenaikan harga logam timah yang signifikan di pasar komoditas maka akan membuat kinerja perusahaan (TINS) lebih baik lagi,” kata Sharlita.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved