Bantu Pedagang Lokal, Bupati Ajak Masyarakat Gemar Belanja di Pasar Tradisional
Bupati Satono juga memberikan imbauan protokol kesehatan (prokes) kepada para pedagang dan pengunjung pasar.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Saat melaksanakan kunjungan kerja di Kecamatan Jawai, Bupati Sambas, Satono meninjau kondisi Pasar Tradisional Sentebang.
Selain meninjau kondisi pasar, Bupati juga menyempatkan diri untuk berbelanja hasil pertanian masyarakat Jawai yang dijual di Pasar Tradisional Sentebang. Satono menyempatkan diri belanja sayur, petai bahkan tempoyak.
Kata Bupati, selain memantau konsisi pasar di tengah Pandemi Covid-19. Dia juga ingin membantu para pedagang di Pasar Sentebang yang terdampak pandemi Covid-19.
Walaupun tidak setiap hari belanja di Pasar Sentebang, paling tidak kata dia itu menjadi contoh bagi masyarakat dan ASN yang lain di Kabupaten Sambas. Karena belanja di pasar tradisional dapat membantu mengangkat gairah ekonomi masyarakat Sambas, yang sedang terpukul dihantam pandemi.
• Pemkab Sambas Lanjutkan Pembangunan Jalan Sungai Batang-Pinang Merah
“Alhamdulilah, saya menyempatkan diri singgah ke Pasar Sentebang. Saya melihat aktivitas pasar di sana, sekaligus belanja hasil pertanian masyarakat Jawai. Saya sempatkan diri untuk membeli petai, tempoyak dan banyak lagi untuk dikonsumsi dirumah,” ujarnya, Kamis 9 September 2021.
“Walaupun saya tidak setiap hari belanja di Sentebang, tapi saya selalu belanja di pasar tradisional. Saya ingin memberikan contoh kepada siapapun, baik itu pejabat, pegawai biasa bahkan masyarakat," katanya.
Katanya, dengan melakukan hal-hal kecil seperti berbelanja di pasar tradisional, maka sedikit-demi sedikit bisa membantu masyarakat khususnya para pedagang.
"Bahwa mereka bisa membantu pemerintah menangani pandemi dengan belanja di pasar tradisional, membantu para pedagang lokal,” tutur Satono.
Dalam kesempatan itu, Bupati Satono juga memberikan imbauan protokol kesehatan (prokes) kepada para pedagang dan pengunjung pasar.
Dia melihat, penerapan Prokes Covid-19 di Pasar Tradisional sudah cukup baik, walaupun masih ada yang tidak menjaga jarak dan tidak pakai masker.
Tidak hanya itu, dia juga mengajak para pedagang agar mau divaksin guna percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sambas.
“Kita tahu sendiri, yang namanya pasar pasti banyak orang. Kalau pasar saja sudah sepi, bisa mati roda ekonomi kita, tapi yang lebih penting lagi adalah saya ingin masyarakat itu sadar prokes, sadar pentingnya vaksinasi," jelasnya.
"Karena apa, kita mesti mengingatkan jika kita masih di masa pandemi yang entah sampai kapan berakhir belum tau,” tutupnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sambas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/909-wawan-2.jpg)