Breaking News:

Berita Video

Polda Kalbar Tetapkan 16 Tersangka Peristiwa 3 September 2021 di Sintang, Ini Pasal Yang Dikenakan

Kami laporkan update hari ini bahwa untuk tersangka pelaku lapangan dijerat Pasal 170 KUHP saat ini sudah 16 tersangka

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Polda Kalbar telah menangkap terduga pelaku perusakan tempat Ibadah di Kabupaten Sintang, Jumat 3 September 2021.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto SH, M.Si, menegaskan melindungi, menyelamatkan jiwa serta kehormatan masyarakat itulah tugas utama Kepolisian Republik Indonesia.

“Oleh karena itu anggota Polri fokus jaga rumah warga Ahmadiyah untuk antisipasi penyerangan secara fisik yang dapat menimbulkan korban jiwa kedua belah pihak,” kata Remigius Sigid Tri Hardjanto SH, M.Si, menyikapi aksi perusakan tempat ibadah di Kecamatan Tempunak, Sintang, Senin 6 September 2021.

Selain itu ia menegaskan soft approach dalam mengamankan bangunan dan rumah ibadah bertujuan untuk menghindari kerugian yang lebih besar yaitu terjadinya konflik antara massa yang emosi ingin merobohkan bangunan dengan petugas yang mengamankan, hal ini tentunya berpotensi menyebabkan luka bahkan korban jiwa.

“Dipastikan tidak ada korban jiwa. Karena sudah dilakukan pencegahan awal. Percayakan kepada kami,” tambah Remigius Sigid Tri Hardjanto SH, M.Si.

Dalam menghadapi dinamika di lapangan, ia menegaskan dengan mengkalkulasi sumber daya yang dimiliki dan risiko yang akan terjadi, Polri harus dengan cepat ambil keputusan (Diskresi) strategi dan CB yang paling tepat utamanya adalah negara hadir untuk rakyatnya; melindungi, menyelamatkan jiwa serta kehormatan masyarakat.

BREAKING NEWS - Polda Kalbar Tetapkan 16 Tersangka Peristiwa 3 September 2021 di Sintang

“Inilah strategi dan CB yang dipilih dan diputuskan di lapangan dan target atau tujuan utama nya tercapai yaitu tidak ada korban jiwa di pihak manapun,” ujar imbuh Remigius Sigid Tri Hardjanto.

Remigius Sigid Tri Hardjanto menegaskan serta mengingatkan, komitmen Polri sebagai representasi negara, bahwa negara harus hadir untuk melindungi warganya.

“Tidak boleh kalah atau membiarkan anarkisme, telah dilaksanakan oleh Polda Kalbar yang cepat melaksanakan penegakkan hukum dengan menangkap para pelaku perusakan dan tetap menjaga keamanan semua warga,” ucap Remigius Sigid Tri Hardjanto SH, M.Si.

Kembali ia menegaskan, upaya penangkapan dalam rangka penegakkan hukum pun dilaksanakan dengan strategi dan CB yang tegas serta humanis. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya respon yang provokatif dan anarkis dari berbagai pihak.

Kini, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat sudah menangkap 16 terduga pelaku perusakan bangunan sekitar masjid jemaat Ahmadiyah di di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang.

“Kami sampaikan bahwa penegakan hukum dilaksanakan dengan tetap mengelola aspek keamanan, tidak agresif tapi terukur," jelas Remigius Sigid Tri Hardjanto.

"Kami laporkan update hari ini bahwa untuk tersangka pelaku lapangan dijerat Pasal 170 KUHP saat ini sudah 16 tersangka. Sedangkan aktor intelektual akan dipersangkakan Pasal 160 KUHP dan saat ini masih ada 2 orang diperiksa sebagai saksi. Gelar perkara sudah dilaksanakan untuk menaikkan status tersangka, dan akan dilakukan BAP tersangka, dan dilakukan penahanan,” tandas Remigius Sigid Tri Hardjanto .

[Update Berita Video Tribunpontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved