Breaking News:

Edi Rusdi Kamtono Sebut Setiap Tahun Pemkot Kucurkan Anggaran Rp 460 Miliar untuk Sektor Pendidikan

Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa hal tersebut merupakan salah satu masjid dari 346 Masjid yang ada di kota Pontianak yang telah melaksanakan inov

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Quran Al Muhajirin di Komplek Bali Agung 2 Pontianak, Sabtu 4 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak dalam setiap tahunnya mengucurkan anggaran Rp460 miliar di sektor Pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Wali kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meresmikan peletakan batu pertama Pembangunan rumah Qur'an Masjid Al Muhajirin di Komplek Bali Agung 2 Jalan Perdana Pontianak Kalimantan Barat, Sabtu 4 September 2021.

Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa hal tersebut merupakan salah satu masjid dari 346 Masjid yang ada di kota Pontianak yang telah melaksanakan inovasi dalam rangka meningkatkan fungsi Masjid.

Menurut Edi, Masjid selain berfungsi menjadi tempat beribadah,  namun juga banyak juga fungsi lain yang berdampak positif terutama bagi lingkungan.

Wali Kota Pontianak Letakkan Batu Pertama Rumah Quran Al Muhajirin

"Oleh sebab itu, harapan saya masjid ini bisa menjadi role model atau contoh bagi masjid yang lain," ujarnya.

Sebagaimana Edi menyebutkan, bahwa warga Kota Pontianak mayoritas muslim. Dari jumlah 672 ribu jiwa, terdapat 74,2 persen merupakan umat muslim. Tentu, diharapkannya bisa menciptakan kehidupan yang nyaman.

"Ini akan semakin memaknai kehidupan di kota Pontianak, apalagi Al-Qur'an menjadi pegangan dan dasar utama pedoman untuk kita. Maka tentu landasan Al-Quran ini bisa menciptakan kehidupan secara islami di kota Pontianak ini, kehidupan yang tentram, damai dan rukun yang membuat suasana kota Pontianak menjadi lebih nyaman," paparnya.

Berkaitan dengan sekolah Islam, tentu hal tersebut, dikatakannya juga merupakan bagian untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Selain meningkatkan pengetahuan, memahami dan menerapkan, tentu harapan kita membawa anak-anak muda lebih cerdas," tuturnya.

Dalam setiap tahunnya, lanjut Edi, Pemerintah Kota Pontianak  menganggarkan kurang lebih 460 miliar khusus sektor pendidikan, baik untuk sarana prasarana, untuk guru dan untuk murid termasuk beasiswa, bantuan PAUD, TK, taman bermain.

Kemudian, juga untuk sekolah kesetaraan agar menyetarakan jika ada warga yang putus sekolah yang harus mendapat legitimasi seperti paket C dan seterusnya. 

Pembenahan Hutan Kota Menjadi Wajah Baru bagi Kota Pontianak

Hal tersebut, dikatakannya cukup besar. Untuk itu, ia menerangkan, bahwa pemerintah tidak mungkin menangani seluruhnya, lantaran setiap tahun anak yang lahir di Kota Pontianak terus bertambah yakni sekitar 11 ribu jiwa.

"Anak-anak ini terus bertambah usianya. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk menciptakan anak-anak yang memiliki bekal yang baik, SDM yang baik, anak yang sehat, cerdas, kuat dan berakhlakul karimah, ini menjadi tanggung jawab kita untuk mencerdaskan regenerasi. Salah satunya adalah melalui sekolah-sekolah formal dan formal yang tentu tetap mejadi perhatian kita, baik swasta maupun umum termasuk pesantren menjadi tanggung jawab kita supaya Kota Pontianak yang lahannya terbatas ini, tetapi SDM nya mumpuni, saat ini IPM 30 besar di Indonesia," jelasnya.

Ia pun berterimakasih kepada warga yang maupun semua pihak yang telah ikut membantu program-program Pemerintah 

"Mudah-mudahan sekolah ini terus berkembang," paparnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved