Ria Norsan Salurkan 10 Ton Bantuan Beras untuk Masyarakat Terdampak Banjir Dua Kecamatan di Mempawah

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendatangi Kabupaten Mempawah, dan menyisir dua Kecamatan yakni Mempawah Hilir dan Mempawah Timur, dalam

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wagub Kalbar, Ria Norsan, didampingi Bupati Mempawah, Erlina, saat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Selasa 31 Agustus 2021 sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendatangi Kabupaten Mempawah, dan menyisir dua Kecamatan yakni Mempawah Hilir dan Mempawah Timur, dalam rangka memberikan bantuan terhadap warga yang terdampak banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Ria Norsan, didampingi orang nomor 1 di Kabupaten Mempawah, yakni Bupati Erlina.

Wagub Ria Norsan menyebutkan ada beberapa bantuan yang diserahkan kepada dua Kecamatan tersebut.

"Untuk beras total ada 10 ton, yakni 1 ton dari pemerintah pusat, dan 9 ton dari Pemprov Kalbar, dan telah diserahkan kepada Ibu Bupati untuk warga di 2 Kecamatan," jelasnya, Rabu 1 September 2021.

Terima Kunjungan Sukses Mulia Persada Grup, Berikut Ungkapan Bupati Mempawah Erlina

Selain beras kata Norsan, ada beberapa paket lainnya yang juga diberikan untuk disalurkan kepada warga terdampak.

"Selain beras juga ada beberapa paket lainnya, berupa sembako dan lain-lainnya, yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat," katanya.

Mantan Bupati Mempawah 2 Periode ini juga menyebutkan, untuk penyerahan bantuan adalah merupakan wujud nyata perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap masyarakat.

"Tidak hanya Kabupaten Mempawah, bantuan juga diberikan kepada Kabupaten yang juga terdampak banjir, seperti Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan lainnya," terangnya.

Lebih lanjut, mengingat sekarang ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19. Wagub Ria Norsan juga mengimbau lapisan masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

"Misalkan nantinya apabila ada banjir lagi dan masyarakat harus diungsikan dalam satu tempat, maka penerapan protokol kesehatan harus tetap dijaga, agar nantinya setelah banjir penyebaran virus Covid-19 tidak melonjak," terangnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved