Breaking News:

Kemenkes Klarifikasi Dugaan Kebocoran Data e-HAC, Warga Khawatir Kebocoran Data Pribadi Pengguna

Ia berujar terlebih dampak yang ditakutkan ialah jika data pribadi dipakai untuk kegiatan negatif. Lebih riskan lagi jika di gunakan untuk hal yang be

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani

TRIBUNPONTINAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu di antara pengguna aplikasi elektronik Health Alert Card (eHAC), Muhammad Fahmi Hasyim 
khawatir mendengar kabar kebocoran data pengguna, Selasa 31 Agustus 2021.

“Wah kalo kebocoran tersebut benar, menurut saya itu sangat berbahaya untuk data privasi kita ya,” ujarnya ketika diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa 31 Agustus 2021.

Muhammad Fahmi Hasyim mengatakan rawan terjadi penyalahgunaan data pribadi misalnya data KTP.

“Takutnya terjadi penyalahgunaan data kita. Seperti data KTP kita misalnya,” ucapnya.

Ia berujar terlebih dampak yang ditakutkan ialah jika data pribadi dipakai untuk kegiatan negatif. Lebih riskan lagi jika di gunakan untuk hal yang berbau kepentingan finansial.

Insentif Nakes Belum Cair Mendagri Tito Tegur 5 Wali Kota dan 5 Bupati, Pontianak Termasuk

“Contohnya dipakai untuk minjam uang di jasa pinjaman online yang itu sebenarnya tidak kita lakukan,” katanya.

Muhammad Fahmi Hasyim mengatakan upaya yang dia lakukan mencegah dampak buruk kebocoran data yaitu dengan lebih selektif menyerahkan data diri.

“Mungkin saat ini upaya yang terbaik adalah harus lebih selektif lah ya jika memang harus mungupload data pribadi kita,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jangan sampai menginput data pribadi pada website atau aplikasi yang kredibelitasnya tidak jelas.

Menurut dia kebocoran data pengguna eHAC harus diselidiki terlebih dahulu. Jika dalam penyelidikan ditemukan pihak yang sengaja membocorkan data pengguna, mesti bertanggung jawab.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved