CPNS Kalbar
BKPSDM Sintang Atur Ulang Jadwal SKD CPNS, Ini Alasannya
Riduan berharap, reschedule yang diajukan dapat disetujui oleh BKN, karena hal ini berkaitan dengan tim pengawas pusat.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai pada BKPSDM Kabupaten Sintang, Ahmad Riduan mengungkapkan pihaknya berencana untuk menjadwalkan ulang seleksi kompetensi dasar CPNS. Hal ini lantaran jadwal titik lokasinya bentrok di satu tempat dengan seleksi P3K guru yang sama-sama di SMKN 1 Sintang.
"Untuk tilok (titik lokasi) mandiri dimulai 14 September. Sintang dijadwalkan 14-18 September. Tetapi sedang kami reschedule ke tanggal 20-23 September karena bentrok dengan jadwal P3K guru yang sama-sama menggunakan SMKN 1 Sintang," kata Riduan kepada Tribun Pontianak, Selasa 31 Agustus 2021.
Riduan berharap, reschedule yang diajukan dapat disetujui oleh BKN, karena hal ini berkaitan dengan tim pengawas pusat.
"Saat ini msih menunggu persetujuan BKN. Semoga disetujui, karena ini terkait kesiapan tim pengawas pusat," jelasnya.
• Sepanjang Januari-Agustus 2021, 26 Orang Warga Dedai, Sintang Meninggal Dunia Terpapar Corona
Jumlah peserta SKD di Kabupaten Sintang mencapai 936 orang. Untuk P3K non guru, jumlahnya 61 orang. Sementara untuk P3K guru, datang langsung di Kemendikbud.
"Rencana kita gunakan 2 ruangan dengan kapasitas per ruang 35 peserta," ungkapnya.
Peserta seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) wajib melakukan tes PCR atau rapid test antigen Covid-19 untuk mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD). Aturan itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.
Dalam surat yang dikeluarkan oleh BKN peserta wajib melakukan swab test RT PCR dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam dengan hasil negatif sebelum mengikuti SKD. Pilihan lainnya, peserta harus menjalani rapid test antigen dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negatif sebelum mengikuti tes SKD.
Aturan lainnya, wajib mengenakan masker 3 lapis dan ditambah masker lain bagian luar.
"Untuk swab nanti akan dibicarakan lebih lanjut saat rapat tim, yang jelas swabnya adalah bea mandiri dari masing-masing peserta," kata Riduan. (*)
(Simak berita terbaru dari Sintang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sdf-sdf-sdf-sdfsdf-sdfsdfs.jpg)