Breaking News:

Keributan di Halaman Kantor Pengadilan Singkawang Berhasil Diredam Security dan Kepolisian

Keributan terjadi saat massa dari pihak Penggugat berunjuk rasa di halaman Kantor Pengadilan Negeri Singkawang.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Kepolisian dibantu Scurity Pengadilan Negeri Singkawang memeriksa tamu yang mencurigakan. Jumat 27 Agustus 2021. /Rizki Kurnia 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Keributan terjadi di halaman kantor Pengadilan Negeri Singkawang saat proses pembacaan putusan perkara perdata Nomor : 77/Pdt.G/2021/PN.Skw antara Pandu Surya Buwono sebagai direktur PT. Sawit Sejahtera sebagai Tergugat.

Melawan pengguggat bernama Andy Robert dan kelompoknya yang merupakan masyarakat desa di kawasan kebun sawit.

Keributan terjadi saat massa dari pihak Penggugat berunjuk rasa di halaman Kantor Pengadilan Negeri Singkawang.

Security kemudian secara sigap mengambil tindakan hingga keributan tersebut berhasil diredam.

Lurah Nyarumkop Singkawang Ungkap Keluhan Warga Mantoman Akibat Jalan Rusak

Namun, di sela-sela persidangan terjadi kembali keributan, sesuai protokol persidangan security dibantu oleh personil kepolisian dengan cepat dapat mengatasi kejadian tersebut.

Keributan ini merupakan rangkaian simulasi pengamanan sidang di Pengadilan Negeri Singkawang Kelas IB dengan melibatkan personil kepolisian dari Kepolisian Resor Singkawang yang dipimpin langsung KBO Satsabhara Iptu Suprianto.

Ketua Pengadilan Negeri Singkawang, Hasanudin mengatakan, simulasi prtotokol dan pengamanan persidangan ini berpedoman PERMA No. 5 Tahun 2020 yang bertujuan untuk melatih keterampilan dan kesigapan petugas keamanan secara propesional guna menciptakan suasana dan rasa aman bagi aparat peradilan dan pihak-pihak yang berkepentingan di pengadilan, seperti saksi-saksi, terdakwa, pengunjung, dan lain-lain demi terwujudnya peradilan yang berwibawa.

"Setiap penanganan perkara tertentu atau yang menarik perhatian masyarakat, PN Singkawang harus melakukan langkah antisipasi untuk penyelamatan dari keadaan darurat. Misalnya, melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dalam hal pengamanan persidangan, menyediakan jalur evakuasi pengamanan dan penyelamatan hakim/majelis hakim maupun aparatur pengadilan apabila terjadi kondisi darurat/ keadaan huru-hara," jelas Hasanudin, Jumat 27 Agustus 2021.

Sementara itu, Iptu Suprianto menambahkan semua pihak sesuai perannya masing-masing sudah memahami, tindakan apa yang harus dilakukan apabila terjadi kejadian-kejadian seperti yang sudah disimulasikan.

"Jadi simulasi ini merupakan persiapan apabila terjadi keributan, maka petugas sudah siap menghadapinya," tukasnya.

Dalam simulasi keributan di Pengadilan Negeri Singkawang tersebut hanya dilakukan dengan jumlah orang yang sedikit, serta tetap mengikuti protokol kesehatan. (*)

(Simak berita terbaru dari Singkawang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved