Peran Sunan Muria dalam Mengembangkan Islam di Indonesia

Para ahli masih berselisih apakah dia anak Sunan Kalijaga atau putra Raden Usman Haji, Sunan Mandalika dari Jepara.

Editor: Nasaruddin
Kompas.com
Ilustrasi Sunan Muria, Wali Songo penyebar agama Islam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sunan Muria yang memiliki nama asli Raden Umar Said adalah Wali Songo yang menyebarkan Islam di wilayah Kudus, Pati dan seputar Gunung Muria.

Menurut data Kemendikbud, asal-usul Sunan Muria, tanggal kelahiran, kematian, dan ajarannya mungkin adalah yang paling sedikit tercatat dalam lembaran sejarah.

Para ahli masih berselisih apakah dia anak Sunan Kalijaga atau putra Raden Usman Haji, Sunan Mandalika dari Jepara.

Tapi kenangannya terus hidup hingga menarik beribu-ribu peziarah untuk mengunjungi makam dan masjidnya.

Biografi Sunan Muria, Wali Songo yang Memilih Tinggal di Pegunungan dan Jauh dari Keramaian Kota

Masih dari sumber yang sama, ada beberapa versi mengenai silsilah Sunan Muria.

Versi pertama menyebutkan bahwa Sunan Muria memiliki nama kecil R. Umar Said yang merupakan anak Sunan Kalijaga dari istrinya yang bernama Dewi Saroh putri Maulana Ishak.

Sunan Muria menikah dengan Sujinah anak dari Sunan Ngudung (R. Usman Haji).

Menurut cerita versi pertama ini, Sunan Muria memiliki hubungan kekerabatan dengan Sunan Kudus (Jafar Shadiq), yaitu saudara ipar karena Sunan Kudus adalah kakak Dewi Sujinah istri Sunan Muria.

Adapun versi kedua mengatakan bahwa Sunan Muria adalah putra Sunan Ngudung dari istrinya yang bernama Dewi Sarifah.

Putra Sunan Ngudung lainnya antara lain Sunan Giri II, Sunan Kudus, dan Sunan Giri III. Sedangkan hubungannya dengan Sunan Kalijaga adalah Sunan Kalijaga merupakan putra Tumenggung Wilatikta, Putra Ario Tejo III, Putra R. Penanggungan.

Sedangkan Sunan Ngudung adalah putra Dewi Maduretno, putra R. Baribin, putra R. Penanggungan.

Sunan Bonang dan Peran Pentingnya dalam Mengembangkan Islam di Indonesia

Jadi menurut versi ini Sunan Muria adalah keponakan jauh Sunan Kalijaga.

Sebagai seorang pendakwah, Sunan Muria punya peran penting dalam proses penyebaran Islam di Indonesia.

Berikut adalah peran Sunan Muria dalam mengembangkan Islam di Indonesia:

1. Menjaga Tradisi Lama dan Menginterpretasikannya ke Arah Fungsi Baru

Sunan Muria dikenal sebagai pecinta seni dan budaya.

Praktik kehidupan masyarakat di sekitar Muria menunjukkan harmoni antara Islam dengan budaya setempat.

Diantara peran dalam mengembangkan Islam di Jawa adalah sebagai berikut:

a) Dalam berintraksi dengan masyarakat Sunan Muria menjaga tradisi lama tetap berlansung tanpa memberikan perubahan selama tidak melanggar nilai-nilai Islam, seperti menerima upacara tingkeban atau mitoni.

Tradisi tingkeban adalah upacara selamatan pada usia kehamilan ke tujuh.

Acara tersebut diisi dengan acara membaca beberapa surah Al-Qur’an, dzikir dan doa. 

Bukti-bukti Sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik

b) Menambah upacara-upacara dalam tradisi lama dengan tradisi baru.

Seperti memasukkan nilai dan ajaran Islam dalam praktik pernikahan yang telah berjalan sehingga meskipun ada budaya Jawa, tetapi syarat dan rukun pernikahan ditentukan berdasarkan ajaran Islam.

c) Mengganti sebahagian unsur lama dalam satu tradisi baru.

Seperti mengganti tujuan membakar kemenyan dalam slametan.

Dalam praktiknya sebelumnya, selametan atau sesajen diberikan kepada sosok makhluk halus maka dakwah para wali mengganti tujuan slametan untuk mencari ridho dan pertolongan Allah SWT.

Demikian juga, tradisi bancakan atau makan besar dalam acara slametan dengan tumpeng yang sebelumnya dipersembahkan ke tempat-tempat angker diubah menjadi kenduri yaitu upaya mengirim doa kepada leluhur dengan doa-doa Islam di rumah orang yang mengadakan tradisi tersebut.

2. Mengadakan Perombakan setting Budaya dan Tradisi Keagamaan dalam Cerita Wayang

Sebagaimana pendekatan dakwah Wali Songo lainnya, Sunan Muria berdakwah melalui pendekatan seni dan budaya melalui pertunjukan wayang gubahan Sunan Kalijaga.

Menggubah isi cerita, dan melakukan perombakan setting budaya dan tradisi keagamaan yang ada di masyarakat dan menanamkan pesan-pesan tauhid dan ahlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti Pakem Ramayana yang sudah diislamkan, dengan cepat masyarakat menganggap bahwa cerita Ramayana dan Mahaberata versi Wali Songo itulah yang benar.

Begitu pula dalam cerita wayang tokoh Bhima yang sebelumnya diberikan karakter kejam dan kasar dikenal dengan nama Wrekodhara (srigala), saat bertemu Dewa Ruci memperoleh pencerahan rohani berubah menjadi orang baik dan jujur.

Biografi Sunan Muria, Wali Songo yang Memilih Tinggal di Pegunungan dan Jauh dari Keramaian Kota

Biografi Sunan Muria

Nama: Raden Umar Said atau Raden Umar Syahid

Gelar: Kanjeng Sunan Muria

Orangtua: Usman Haji atau Sunan Mandalika bin Ali Al-Murtadlo dan Dewi Sarifah

Wilayah dakwah: Jawa Tengah, khususnya Kudus, Pati dan seputar Gunung Muria.

Peninggalan: Mimbar masjid Sunan Muria, Makam Sunan Muria di Kudus

Sumber: Buku SKI Kelas 6, Cagar Budaya Kemendikbud

Sumber: Buku SKI Kelas 6, Kemendikbud, Cagar Budaya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved