Museum Kalbar Gelar Permainan Gasing Tradional yang Hampir Punah
Kusmindari menyampaikan permainan gasing yang di mainkan saat ini merupakan gasing khas Kalimantan Barat
Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Gasing atau yang biasa masyarakat sebut juga dengan Gangsing merupakan permainan tradisional yang saat ini sudah sangat jarang sekali dimainakan masyarakat.
Bahkan, anak - anak yang lahir di era milenial banyak yang tidak pernah memainkannya.
Berusaha melestarikan kembali permainan tradisional yang sudah hampir punah, UPT Museum Kalimantan Barat dalam program Belajar Bersama Di Museum menggelar permaianan gasing yang di ikuti oleh sejumlah masyarakat di Kota Pontianak.
Wajah bahagia pun terlihat jelas dari para peserta permainan gasing tradisional ini, bukan hanya anak - anak, sejumlah ibu - ibu dan pria dewasa yang ikut dalam permainan inipun terlihat bahagia dapat bernostalgia dengan permainan yang sudah sangat lama tidak dimainkan.
• Bentuk Kepedulian, Alumni Akpol 94 Gelar Bakti Sosial dan Vaksinasi Massal di Kota Pontianak
Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat Kusmindari menyampaikan permainan gasing yang di mainkan saat ini merupakan gasing khas Kalimantan Barat, yang terdiri dari gasing berbentuk piring dan Gasing berbentuk Jantung.
''Alhamdulillah, banyak yang berminat dengan agenda kita, karena dari awal kita dari Museum memang bernniat untuk mengedukasi masyarakat terkait permainan tradisional ini,''terang Kepala UPT Museum Kalimantan Barat Kusmindari Triwati, rabu 25 Agustus 2021.
Selain berusaha melestarikan kembali lagi permainan rakyat yang sudah hampir hilang, pihaknya pun berharap peserta dapat belajar tentang filosofi hidup dari permainan gasing.
''dari permainan gasing ini kita juga bisa belajar tentang makna kesimbangan antara manusia dengan manusia, serta manusia dan alam sekitar,''tuturnya.
Kusmindari menyampaikan, selain secara rutin melaksanakan program permainan rakyat di Museum, pihaknya pun saat ini sudah menyiapkan lahan tersendiri yang akan di jadikan tempat khusus untuk permainan tradisonal di kawasan Museum.
''disana nanti ada untuk gasing, tabak, main gili kelereng, dan permanaian tradisional lainnya, masyarakat nanti yang mau makin silahkan, kiat akan buka untuk umum,''tutupnya.
lalu, Lukmanulhakim, ketua Komite Permainan rakyat dan Olah Raga Tradisional Indonesia (KPOTI)Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan saat ini permainan gasing yang merupakan warisan permainan nusantara sudah mulai jarang di mainakan, selain itu permainan gasing juga berevolusi sisi cara main, dan bahan gasing.
''dulu gasing di Kalimantan di buat dari Kayu Moris yang punya kekuatan melebihi kayu ulin, namun karena sekarang sudah sangat jarang jadi menggunkan kayu yang lembut, dan agar tahan dan beat di tambah timah, alumunium, atau tembaga,''katanya.
Cara permainan gasing terdapat dua jenis, dimainkan dengan tenik Uri yakni lama gasing berputar, dan Pangkak adu kekuatan antar gasing yang di pukulkan.
''dan saat ini cara permainan dilakukan dengan dua cara sekaligus, Pangkak Uri, yaitu di Pangkak dahulu baru di adu lama berputarnya Uri,''katanya menjelaskan.
Saat ini, di sejumlah Desa di Kabupaten Kubu Raya terdapat sejumlah komunitas yang memainkan gasing setiap minggunya dalam rangka melestarikan permainan Tradisional, diharapnya komunitas itupun dapat lebih berkembang agar permainan gasing ini tidak hilang dan ditinggalkan. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/825-desta-1.jpg)