Breaking News:

Audiensi di DPRD, Pj Sekda Sebut Alasan Kenapa Tukin Para Dokter Tidak Dibayarkan

Kenapa tidak dibayarkan dari Januari, karena tidak ada legal standing untuk menganggarkan dalam APBD. Jadi, itu alasan utama tidak dibayarkan

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Audiensi yang dilakukan para dokter spesialis yang menuntut dibayarkannya Tukin di ruang Paripurna DPRD Ketapang. Foto istimewa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Manajemen RSUD dr Agoesdjam Ketapang termasuk sejumlah dokter spesialis yang melakukan mogok kerja melakukan rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang yang difasilitasi DPRD Ketapang, Selasa 24 Agustus 2021.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Ketapang, M Febriadi, dan dihadiri komisi II dan III.

Sementara dari Pemkab Ketapang dihadiri Pj Sekda Ketapang, Suherman, Asisten III Sekda Ketapang, Heronimus Tanam.

Pj Sekda Ketapang Suherman mengatakan tidak dibayarkannya tunjangan kinerja ini karena tidak ada legal standing. Bahkan, untuk menganggarkannya juga tidak bisa.

Perbaikan Jalan Nasional, Pemkab Ketapang Diminta Terus Berkolaborasi dengan Kementerian PUPR

"Kenapa tidak dibayarkan dari Januari, karena tidak ada legal standing untuk menganggarkan dalam APBD. Jadi, itu alasan utama tidak dibayarkan," kata Suherman.

Oleh karena itu, saat ini Pemkab Ketapang akan melakukan konsultasi dengan BPKP untuk membahas apakah tunjangan kinerja ini boleh dibayarkan.

"Kami sedangkan konsultasi dengan BPKP. Mereka minta untuk berkonsultasi secara langsung tanpa virtual. Saat ini masih menunggu jadwal dari BPKP. Ini bukan perkara boleh atau tidak boleh, tapi jangan sampai ada pembayaran ganda," tegasnya.

Suherman megungkapkan, jika pun nanti BPKP tidak mempermasalahkan pembayaran ini, maka Pemkab Ketapang akan segera mengundangkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukumnya.

"Kalau perbup sudah diundangkan, maka pembayaran hanya bisa dilakukan triwulan ke-empat. Artinya, dari Januari hingga Agustus tidak bisa dibayarkan," jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Ketapang, Heronimus Tanam, mengatakan pemasalahan ini sebenarnya sudah lama dirapatkan oleh Pemkab Ketapang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved