Peran Penting Sunan Kalijaga dalam Mengembangkan Islam di Indonesia
Sunan Kalijaga dikenal sebagai Wali Songo yang punya peran penting dalam mengembangkan Islam di Indonesia.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sunan Kalijaga dikenal sebagai Wali Songo yang punya peran penting dalam mengembangkan Islam di Indonesia.
Dakwah yang dilakukan Sunan Kalijaga, menjadikan pemeluk Islam semakin meluas.
Dalam dakwahnya, ada beberapa hal yang dilakukan Sunan Kalijaga yaitu:
1. Menanamkan nilai-nilai Islam melalui Seni Wayang
Di Masa Majapahit, pertunjukan wayang berkaitan dengan kegiatan keagamaan Hindu-Budha, dan menjadi sarana komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
Karena itu, Sunan Kalijaga berdakwah melalui pendekatan seni dan kearifan lokal.
Dalam perkembangannya, Sunan Kalijaga dan anggota Wali Songo lainnya mereformasi seni pertunjukan wayang berdasarkan aturan yang disepakati bersama, diantaranya:
• Profil Sunan Kalijaga, Wali Songo Penyebar Agama Islam di Indonesia
- Seni Wayang perlu diteruskan dengan perubahan-perubahan sesuai zaman.
- Bentuk wayang berupa arca-arca harus diubah.
- Merubah cerita dewa menjadi cerita yang mengandung jiwa Islam.
- Cerita wayang berisi keimanan, ibadah,ahlak, dan sopan santun.
- Pegelaran wayang diselenggarakan dengan tata cara sopan santun jauh dari maksiat.
Contoh perubahan cerita yang diterapkan Wali Songo misalnya, cerita dewa-dewa yang menjadi tokoh sesembahan diubah menjadi susunan silsilah keturunan Nabi Adam dari jalur Nabi Syits.
Begitu juga, tokoh-tokoh yang diidolakan dalam ajaran kapitayan, seperti Semar, Petruk, Nala Gareng, dan Bagong dimunculkan sebagai punakawan yang mampu mengalahkan dewa-dewa Hindu.
• Sunan Bonang dan Peran Pentingnya dalam Mengembangkan Islam di Indonesia
Sunan Kalijaga tampil dengan kepiawaiannya sebagai dalang, berkeliling ke berbagai daerah menjadikan Islam berkembang dan meluas di Nusantara.
2. Mengubah Tradisi, Budaya, dan Kearifan Lokal
Melalui pendekatan kebudayaan dalam wayang, tembang-tembang dan akulturasi arsitektur Masjid, Sunan Kali Jaga mampu mendapatkan simpati dan tempat terbaik di hati para pengikutnya.
Hal ini membuktikan bahwa proses Islam di Nusantara yang menggabungkan kebudayaan lokal dan Islam sudah berlansung lama.
Tembang atau puisi tradisional Jawa, telah dijadikan media dakwah oleh Sunan Kalijaga.
Beberapa tembang cukup dikenal masyarakat Jawa seperti Rumeksa Ing Wengi, tembang lir-ilir memuat ajaran spiritual.
Dalam Pembangunan Masjid Agung Demak seiring berdirinya Kerajaan Demak tahun 1479 M melibatkan para Wali Songo.
Sunan Kalijaga, adalah tokoh yang ikut terlibat langsung dalam pembangunan Masjid Agung Demak.
Selain sebagai tempat ibadah arsitektur Masjid Demak berupa atap tumpang berbentuk limas, dan bersusun tiga, merupakan akulturasi arsitektur Islam dan Hindu-Budha sebagai kearifan lokal dalam mempertahankan kebudayaan Nusantara.
• Sunan Bonang dan Peran Pentingnya dalam Mengembangkan Islam di Indonesia
Sikap Positif dalam pribadi Sunan Kalijaga
Dalam usaha menyebarkan dan mengembangkan dakwah Islam di Indonesia, Sunan Kalijaga patut menjadi teladan dalam sikap Positif yang ditunjukkan, antara lain:
1. Tekun, istikamah, dan toleran
Usia yang panjang bagi Sunan Kalijaga, memberikan waktu luang baginya mengabdikan diri menyebarkan Islam.
Penyebaran Islam yang cukup meluas di tangan Sunan Kalijaga dan Wali Songo lainnya, dikarenakan ketekunannya berkeliling dakwah dari satu daerah ke daerah lain dengan pendekatan seni budaya dan kebijaksaannya menyampaikan ajaran Islam dengan cara santun, toleran tanpa paksaan.
Kedatangannya menjadi dalang di sejumlah daerah tanpa mengharap upah.
Baginya, ucapan dua kalimah syahadat menjadi upah yang tak ternilai harganya.
2. Seniman kreatif punya banyak ide dan gagasan
Berbagai peninggalan bersejarah seperti gubahan tembang, karya suluk, rancangan dan lakon wayang kulit, permainan tradisonal formasi alat-alat gamelan, rancangan alat-alat pertanian dan sumbangsih terhadap ketatan negaraan yang baik, merupakan sikap hidup bernilai positif untuk diteladani.
Sosoknya yang menjadi kreator atas perubahan wayang, menuangkan ide-ide guna pengembangan Islam patut menjadi contoh bagi muslim Indonesia untuk terus berinovasi demi kemajuan umat manusia.
Salah satu contoh tembang Sunan Kalijaga yaitu Kidung Rumekso Ing Wengi :
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno
Tembang dalam bahasa Jawa ini dilantunkan sebagai pengantar tidur bagi seorang bayi yang ada di gendongan, berisi doa permohonan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala gangguan dan godaan.
Sunan Kalijaga berperan penting dalam membentuk karakter Islam di Jawa, bahkan Nusantara yang lentur, toleran, dan penuh kearifan.
Terlepas dari mitos atau legenda yang menyertai, Sunan Kalijaga telah meletakan dasar-dasar kehidupan masyarakat yang harmonis, produktif, dan kreatif.
Dari tangan Sunan Kalijaga tumbuh wajah Islam kultural, moderat, lentur, dan menyerap beragam ekspresi budaya lokal.
Bukan hanya lakon wayang dan tembang Lir-ilir.
Tradisi tahlilan, sulukan, sedekat bumi, hingga arsitektur masjid yang bernuansa Jawa juga kerap dikaitkan dengan spirit dakwahnya.
Sumber: Buku SKI Kelas 6
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-sunan-kalijaga-wali-songo-2.jpg)