Perhiptani Minta Pemerintah Perhatikan Jumlah PPL di Kabupaten Sambas
Selain mengapresiasi Daniel, Mahendra juga mengapresiasi peran daripada penyuluh pertanian di Kalimantan Barat dan Kabupaten Sambas. Dimana menurut di
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Kalimantan Barat, Mahendra Perdana mengapresiasi komitmen anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat 1, Daniel Johan terhadap petani di Kabupaten Sambas.
Kata dia, ini bukan yang pertama kali Daniel Johan membantu petani di Kabupaten Sambas. Tapi sudah sering kali dia datang untuk membantu petani di Kabupaten Sambas.
"Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Daniel Johan yang secara terus-menerus membantu petani Kabupaten Sambas, baik itu melalui bantuan alsintan maupun berbagai program pertanian," ujarnya, Minggu 22 Agustus 2021.
Selain mengapresiasi Daniel, Mahendra juga mengapresiasi peran daripada penyuluh pertanian di Kalimantan Barat dan Kabupaten Sambas. Dimana menurut dia, saat ini telah bekerja keras membantu para petani di lapangan.
Lebih lagi kata dia, Kabupaten Sambas juga menjadi salah satu daerah dengan luas lahan pertanian paling besar di Kalimantan Barat. Karenanya, terhadap pemanfaatan lahan pertanian di Sambas yang diperuntukan untuk tanaman Pangan, Hortikultura yang luas. Maka Kabupaten Sambas status sebagai lumbung pangan Kalbar.
• Tunjukkan Kepedulian Kepada Masyarakat, Wakil Ketua DPRD Sambas Gelar Sunatan Massal
"Sayangnya, luas lahan yang tinggi tidak berbanding lurus dengan treatment dan kebijakan anggaran oleh Pemerintah Daerah, yang menyebabkan produktivitas petani sangat rendah," paparnya.
Hal ini kata Mahendra, di perburuk dengan minimya jumlah penyuluh pertanian dan pengendali hama di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sambas.
"Jika disandingan antara data penyuluh (PPL) dengan data jumlah petani atau kelompok tani, maka terjadi kesenjangan yang sangat luar biasa. Total PPL sebanyak 117 orang sementara jumlah kelompok tani dan gapoktan sebanyak 3233 Kelompok atau setara dengan 75.361 petani," katanya
"Maka jika dirata-ratakan 1 orang PPL bertugas mendampingi petani sebanyak 353 orang atau sekitar 15 kelompok tani, belum lagi ditambah wilayah atau jarak tempuh daerah dampingan yang menantang dan jauh," bebernya.
Dia juga menyoroti minimnya Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) di Kabupaten Sambas, dimana jumlahnya kata dia hanya 14 orang.
Sementara jumlah Kecamatan di Kabupaten Sambas ada 19 Kecamatan dengan cakupan 193 Desa.
"Artinya Petugas POPT untuk melayani 1 orang Kecamatan pun tidak cukup. Belum lagi jika kita bandingkan dengan jumlah kelompok dan atau gabungan kelompok tani yang totalnya mencapai sebanyak 3.233 dan Petani sebanyak 75.361 orang," katanya.
"Jadi bisa dibayangkan, 1 orang POPT memiliki tanggung jawab untuk melayani atau membimbing petani sebanyak 5.382 petani atau sama dengan 1 orang POPT memilki kewajiban mendampingi 230 Kelompok Tani," tutupnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sambas)