Breaking News:

Berita Video

Divonis 3 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Hoaks Covid-19 Serang Hakim

Manajemen risiko sudah kami terapkan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), sehingga kemungkinan terjadi ke hakim bisa diantisipasi

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANYUWANGI - Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks soal Covid-19,

M Yunus Wahyudi, terdakwa kasus berita bohong atau hoasks soal Covid-19 divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kamis 19 Agustus 2021. 

Sesaat usai dinyatakan bersalah oleh hakim, Yunus sontak berteriak dan mencoba menyerang hakim. 

Yunus langsung berjalan dan melompat ke atas meja majelis hakim. 

Namun, pukulannya tak mengenai majelis hakim yang diketuai Khamozaru Waruwu.

Sejumlah petugas pengamanan di dalam ruang sidang segera berupaya menghalangi Yunus.

Ia dikawal ketat oleh petugas kepolisian dan pihak PN Banyuwangi saat keluar dari ruang sidang. 

Humas PN Banyuwangi I Komang Didiek Prayoga mengatakan, vonis terhadap Yunus ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu 4 tahun penjara.

Polda Kalbar Tangani 4 Kasus Hoaks Terkait Covid-19, 2 Warga Singkawang dan 2 Warga Ketapang

"Vonisnya tiga tahun," kata Didiek di PN Banyuwangi, Kamis.

Ia mengatakan, PN Banyuwangi sudah mengantisipasi kemungkinan ricuh dengan meminta bantuan pengamanan ke kepolisian sebelum sidang.

Ada 100 polisi yang berjaga di dalam ruangan maupun di luar ruang sidang.

"Manajemen risiko sudah kami terapkan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), sehingga kemungkinan terjadi ke hakim bisa diantisipasi," kata dia.

Yunus dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 45 huruf a Jo Pasal 28 UU No 19 Tahun 2016 ITE dan Pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Ia kemudian divonis bersalah dan terbukti melanggar Pasal 14 ayat 1 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. 

Yunus awalnya ditetapkan tersangka setelah menyebar hoaks bahwa Covid-19 di Banyuwangi tak ada pada Oktober 2020.

Ia juga terlibat menjemput paksa jenazah positif Covid-19.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved