Breaking News:

Berita Video

Sunarto Angkat Bicara Paskibra Tingkat Provinsi Tumbang saat Penurunan Bendera

Ketika diperiksa matanya terbuka dengan muka yang masih menunjukkan kalau dia masih sadar

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sunarto, Pengurus Purna Paskibraka Indonesia Kalbar sekaligus Pembina Asrama Putra  angkat bicara terkait Paskibra yang bertugas menurunkan bendera pada Upacara 17 Agustus 2021 di Tingkat Provinsi Kalbar tumbang setelah menyelesaikan tugasnya.

Sunarto mengatakan bahwa sebagai Pembina saat itu dirinya melihat langsung kejadian tersebut yang tentu sedikit membuatnya merasa khawatir. 

“Takutnya begini, masyarakat kan tidak tahu kejadian yang sebenarnya. Mana yang menimbulkan hoaks. Maka akan menimbulkan tanda tanya yang membuat orang lain semakin menyecar,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 18 Agustus 2021.

Pada saat itu, ia sendiri melihat secara langsung kejadian tersebut dari dekat di lapangan. Dimana Paskibra yang tumbang tersebut yang bernama Lalu Anggi Gustawan sudah menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai penggerek, hingga dia selesai mengikat baru dia posisi siap.

Kadisporapar Kalbar Sebut Paskibraka Tingkat Provinsi Telah Ikuti Pelatihan Bersama Lima Matra

Sosok Paskibra ditingkat Provinsi Kalbar tersebut adalah Lalu Anggi Gustawan perwakilan dari Kota Singkawang yang merupakan siswa SMA N 1 Singkawang bertugas pada pasukan Garuda 2 tampil pada sore hari sebagai penggerek. 

“Dalam posisi siap pun dia ini tidak bergerak tetapi tanpa disadarinya, dia langsung tumbang. Ketika tumbang tersebut kami bergerak ke lapangan untuk menolong, tapi kita tahan sejenak karena posisi bendera belum dibawa ke baki. Setelah selesai dibawa baki baru kami langsung menolong,”jelasnya.

Ketika diperiksa matanya terbuka dengan muka yang masih menunjukkan kalau dia masih sadar. 

“Ketika kami angkat memang badannya kaku dan tangannya masih kondisi siap, tapi tidak bisa diluruskan. Setelah diangkat dan di bawa ke tepi, dibuka sepatunya untuk melonggarkan atribut yang diikat,”ujar Sunarto.

Lalu atribut seperti  sarung tangan dibuka untuk segera  diberikan pertolongan pertama, kemudia tim medis langsung memberikan penanganan. Tak lama ia pun bisa jalan kembali.

Dikatakannya usai mampu berdiri, anak tersebut tetap ingin kembali melaksanakan tugasnya sampai selesai. Tapi dilarang karena takut menimbulkan hal yang tidak diingankan. 

Ia menegaskan kejadian tersebut tidak ada kaitan dengan kesehatan, dimana untuk jadwal makan juga selau tepat waktu, serta pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan oleh tim medis.

[Update Berita Video Tribunpontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved