Breaking News:

Sambas Dapat Bantuan Flying Vaksin Dari TNI AU

Dan sekarang kita juga melakukan hal yang sama, daerah yang jauh kita jemput bola, kita datangi supaya mempercepat vaksin diberikan ke masyarakat

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Bupati Sambas, Satono dan Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI AU, Tedi Rizalihadi saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal di Bandara Liku, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. (Istimewa) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kabupaten Sambas menjadi wilayah perbatasan pertama di Kalimantan Barat yang mendapatkan Flying Vaksin atau vaksin terbang oleh TNI Angkatan Udara (AU). Vaksinasi massal itu dilaksanakan di Landasan Udara (Lanud) Liku, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI AU, Tedi Rizalihadi mengatakan, Flying Vaksin adalah langkah percepatan vaksinasi massal oleh TNI AU dengan menggunakan pesawat udara sebagai sarana transportasi tenaga kesehatan, untuk membawa vaksin di wilayah yang sulit di jangkau.

Di Sambas kata dia, lokasi lanud Liku menjadi lokasi pertama dilakukan vaksin terbang oleh TNI AU, di Kalimantan Barat.

“Sambas ini adalah pioner, baru di Sambas inilah sebagai percontohan vaksin terbang di Kalimantan Barat. Di Jakarta, daerah-daerah penyangga yang belum tersentuh. Seperti di Depok dan Bekasi kita jembut bola," ujarnya, Jumat 20 Agustus 2021.

Bandara Liku Terima Pendaratan Pesawat Perdana, Ketua DPRD Sambas Ungkapkan Rasa Syukur

"Dan sekarang kita juga melakukan hal yang sama, daerah yang jauh kita jemput bola, kita datangi supaya mempercepat vaksin diberikan ke masyarakat,” katanya.

Tedi Rizalihadi mengatakan, pelayanan Flying Vaksin tersebut adalah sesuai dengan perintah Panglima TNI dan KSAU TNI AU untuk mendukung percepatan vaksinasi di perbatasan.

Dia menggambarakan, di DKI Jakarta saat ini cakupan vaksinasi sudah mencapai 80 persen. Oleh karenanya dia berharap, dengan dukungan TNI AU, angka vaksinasi di Sambas bisa meningkat.

“Flying Vaksin ini kita membawa nakes dan vaksinnya dengan pesawat CASSA NC 212. Selain itu, kita juga membawa bantuan sembako untuk masyarakat Paloh," katanya.

Tedi juga mengungkapkan jika mereka membawa vaksin Astrazaneca ke Liku. Hal ini kata dia, untuk mendukung proses vaksinasi di perbatasan. Selain itu ungkapnya, mereka juga membawa vaksinator dari Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr Mohammad Sutomo Supadio Pontianak.

“Jenis vaksin yang kita bawa adalah Astrazaneca, vaksinatornya dari RSAU dr Mohammad Sutomo. Kita juga berkoordinasi dengan Dinkes Kalbar untuk program selanjutnya," jelasnya.

Dia juga mengapresiasi masyarakat liku yang antusias ikut vaksin Covid-19.

"Masyarakat Liku ini tidak ada yang takut di vaksin. Karena vaksin ini aman dan halal, dan itu betul-betul memberikan dampak besar yang bagus untuk penanganan Covid-19,” tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Caption: Bupati Sambas, Satono dan Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI AU, Tedi Rizalihadi saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal di Bandara Liku, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. (Istimewa)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved