Breaking News:

Jaga Keandalan dan Keselamatan Pasokan Listrik, PLN Pontianak Laksanakan Program Care for Asset

Care for Asset ini harus dilaksanakan oleh seluruh unit layanan. Aset  kelistrikan penting untuk dijaga dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab kami.

Editor: Nina Soraya
Tribunpontianak.co.id/Istimewa
Manajer PLN UP3 Pontianak, Didi Kurniawan Abuhari bersama tim meninjau pemeriksaan aset kelistrikan sehubungan dengan pelaksanaan program Care for Asset. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk menjaga kualitas keandalan dan keselamatan penyaluran energi listrik, PLN UP3 Pontianak melakukan optimalisasi aset-aset kelistrikan melalui program Care for Asset dengan cara turun langsung ke lapangan secara berkala untuk memeriksa seluruh asset yang dimiliki.

Manajer PLN UP3 Pontianak, Didi Kurniawan Abuhari, mengakui bahwa pihaknya mengelola aset kelistrikan berupa 4.480 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 583.803 kVA, Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 3.725, 20 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 6.331,82 kms, termasuk 69.205 bantang tiang JTM, dan 56.772 batang tiang JTR.

Klaim Bantuan Subsidi Listrik Stimulus dari PLN Periode September 2021 Kini Berbeda Cara

“Program Care for Asset ini harus dilaksanakan oleh seluruh unit-unit layanan. Aset  kelistrikan sangat penting untuk dijaga dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami. Harus dapat dipastikan asset tersebut terjaga dan terpelihara dengan baik, salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan keandalan dan keamanan penyaluran energi listrik ke pelanggan,” ungkap Didi.

Menurutnya,  seluruh unsur Manajemen sampai di level unit layanan wajib melihat langsung serta memeriksa aset-aset milik PLN sehingga dapat mengetahui secara riil kondisi di lapangan.

PLN ULP Pemangkat Perbaiki Tiang Listrik Yang Tumbang Karena Hujan Deras dan Angin Kencang

Melalui kunjungan rutin terhadap asset mulai dari gardu distribusi, peralatan dan jaringan distribusi maka petugas PLN dapat melihat dan memeriksa aset serta menindaklanjuti hasil pengamatan terhadap aset tersebut berupa pemeliharaan preventif terhadap asset yang tidak sesuai standar atau berpotensi menimbulkan gangguan terhadap suplai listrik ke pelanggan.

"Kami berharap, setiap aset dapat beroperasi secara maksimal sehingga dapat berkontribusi sepenuhnya dalam melayani kebutuhan listrik pelanggan, serta berupaya menurunan potensi terjadinya gangguan yang dapat mengakibatkan padam," tutup Didi. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved