Breaking News:

Berita Video

Pontianak Dapat Bantuan Penanggulangan Banjir dari Bank Dunia, Ini Penjelasan Haryadi S Triwibowo

akan dibangun sejumlah pintu - pintu air untuk mengatur aliran air agar lancar, dan penempatan pompa air untuk memindahkan air

Editor: Jamadin

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - World Bank (Bank dunia) memberikan bantuan program penanggulangan banjir untuk Kota Pontianak.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo, Rabu 18 Agustus 2021.

Program untuk menanggulangi banjir di Kota Pontianak akan dimulai pada tahun 2022 hingga 2025 dengan skema Multiyears.

Pada tahun tersebut Pontianak bersama Manado dan Bima, yang dinilai rawan banjir akan menerima bantuan penanggulangan banjir.

Koya Pontianak menjadi satu di antara daerah yang rawan banjir dan di prediksi akan tenggelam beberapa puluh tahun lagi,

Dalam penanganan banjir, dikatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas PUPR, dan Lingkungan Hidup serta sejumlah pihak terkait.

Daftar Wilayah Kalbar Kategori Waspada Banjir Menurut BMKG, Termasuk Pontianak dan Singkawang

"Itu satu di antara proyek besar untuk mengantisipasi banjir di Kota Pontianak, jadi tidak bisa penanganan banjir hanya secara parsial. Dan Bank Dunia, Bappenas, dan Bapeppda melihat Kota Pontianak itu sebagai kota yang rawan banjir," ujarnya.

Pada prosesnya nanti, pihaknya akan melakukan normalisasi parit dan sungai, tidak hanya akan melakukan pengerukan parit yang dangkal, juga akan melakukan pelebaran.

"Bukan hanya satu parit, tapi dari hulu hingga hilir juga akan dibenahi. Dan kita akan lakukan sosialisasi ke masyarakat, karena bisa jadi ada bagian rumah warga yang masuk dalam aliran sungai atau parit harus di bebaskan untuk membuat aliran sungai menjadi normal,"katanya.

Lalu, direncanakan pula akan dibangun sejumlah pintu - pintu air untuk mengatur aliran air agar lancar, dan penempatan pompa air untuk memindahkan air.

Bila melihat sejarah, kota Pontianak terbentuk dari Delta dan yang merupakan wilayah langganan banjir, selain itu, seusai kerifan lokal di masyarakat di masa lalu, dikatakan Haryadi masyarakat Pontianak membangun kota dengan pola beradaptasi dengan banjir.

Hal tersebut dapat dilihat dari karakter rumah - rumah warga yang berbentuk panggung, dengan kolong rumah yang tinggi, serta menjaga kebersihan parit - parit Kota sebagai aliran air.

[Update Berita Video Tribunpontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved