Breaking News:

Kaum Perempuan Cemas Setelah Taliban Kuasai Afganistan, Wali Kota Zarifa: Ke Mana Saya akan Pergi?

Zarifa Ghafari mengaku pasrah dan menunggu Taliban untuk datang seperti dilansir dari The Sun, Rabu 18 Agustus 2021.

Editor: Marlen Sitinjak
Glyn KIRK / AFP
Demonstran, termasuk mantan penerjemah untuk Angkatan Darat Inggris di Afghanistan, memegang plakat saat mereka memprotes di depan Gedung Parlemen, di London, Rabu 18 Agustus 2021, menyusul penarikan pasukan dan dimulainya kembali kekuasaan oleh Taliban di Kabul. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KABUL - Keberhasilan Taliban menduduki pusat pemerintahan Afganistan menjadi kepanikan bagi kaum perempuan di negara itu.

Mereka cemas, hak-hak perempuan akan sangat terbatas jika Taliban benar-benar mengambil alih kekuasaan.

Satu di antara kaum perempuan yang benar-benar khawatir adalah Zarifa Ghafari, Wali Kota perempuan pertama di Afghanistan.

Pasalnya, kebebasan perempuan Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban terancam.

Zarifa Ghafari mengaku pasrah dan menunggu Taliban untuk datang seperti dilansir dari The Sun, Rabu 18 Agustus 2021.

“Saya duduk di sini menunggu mereka untuk datang. Tidak ada seorang pun yang datang membantu saya atau keluarga saya,” kata Zarifa Ghafari.

“Saya hanya duduk bersama keluarga saya dan suami saya. Dan mereka akan datang ke orang-orang seperti saya dan membunuh saya.”

Kelompok Taliban Kegirangan Menikmati Wahana Permainan di Kabul Afghanistan, Videonya Viral❗

Digambarkan Zarifa Ghafari, dalam situasi saat ini dirinya tidak bisa ke Afghanistan apalagi meninggalkan keluarganya.

Di samping itu, Zarifa Ghafari juga tidak mengetahui harus pergi ke mana di tengah situasi yang kini terjadi.

“Saya tidak bisa meninggalkan keluarga saya dan lagi pula ke mana saya akan pergi?,” tutur Zarifa Ghafari.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved