Razia PETI, Polisi Temukan 81 Lempengan Butiran Emas dan Uang Tunai Rp 191 Juta di Lokasi

Karena tidak dapat menunjukkan izin aktivitas, ketiga pelaku beserta barang bukti yang ada di lokasi, terpaksa dibawa oleh pihak kepolisian.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana Saat Menunjukkan Barang Bukti yang Diamankan dari Hasil Razia PETI di Kendawangan. Foto Nur Imam Satria 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang merazia aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Pelaik, Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Dalam razia tersebut, tiga pelaku berhasil diamankan.

Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana mengatakan pengungkapan kasus PETI ini bermula dari adanya informasi dari masyarakat.

Usai mendapat informasi, anggota melakukan pengecekan dan ditemukan sebuah pondok yang diketahui milik pelaku berinisial RUD (34) warga Kecamatan Matan Hilir Selatan.

“Saat itu pelaku RUD bersama dua rekannya yakni BEN (24) dan DON (27) sedang melakukan kegiatan penambangan,” kata Yani, saat menggelar konfrensi pers pada Selasa 10 Agustus 2021.

Bentuk Kepedulian, CMI Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Ketapang

Menurut Yani, diduga aktivitas pertambangan emas yang dilakukan ketiganya itu ilegal. Pasalnya, mereka tidak bisa memperlihatkan izin aktivitasnya.

Karena tidak dapat menunjukkan izin aktivitas, ketiga pelaku beserta barang bukti yang ada di lokasi, terpaksa dibawa oleh pihak kepolisian.

"Barang bukti yang diamankan ada 81 buah lempengan butiran emas dan uang sebesar Rp 191 juta,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga menyita tiga buah timbangan digital, satu set alat pengecor, satu buah penjepit, satu buah gelas plastik berisi serbuk pijar, satu buah kalkulator serta satu unit mobil Toyota Rush warna merah.

“Para pelaku diancam dengan Pasal Tindak Pidana Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved