Dimana Saja Tempat yang Rentan Terjadi Penularan Virus Covid-19, Berikut Penjelasan Harisson
“tempat- tempat tersebut biasanya orang-orang akan sering membuka masker dan berkumpul bersama,”ujarnya Kepada Tribun Pontianak
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan adapun langkah yang dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus diharapkan Satgas Kabupaten kota mendisiplinkan masyarakat melaksanakan prokes covid-19.
Pendisiplinan terssbut dalat dilakukan terus menerus dengan melakukan razia penertiban ditempat keramaian seperti warkop, cafe, restoran dan rumah makan serta mall.
“tempat- tempat tersebut biasanya orang-orang akan sering membuka masker dan berkumpul bersama,”ujarnya Kepada Tribun Pontianak, Jumat 13 Agustus 2021.
Prinsipnya, Harisson mengatakan untuk mencegah agar tidak terjadi penularan bahwa masyarakat saat ini harus memakai masker dua lapis, menjaga jarak 1-2 meter, sering cuci tangan.
• Perhotelan Boleh Buka 100 Persen, Harisson Ingatkan Prokes Ketat dan Vaksinasi Seluruh Karyawan
“Jadi harus menanam disipilin masyarakat terhadap 3 hal tersebut,”ucapnya.
Pemerintah kabupaten kota dikatakannya harus benar-benar terus-menerus melakukan pendisiplinan dengan cara melakukan razia untuk mengingatkan masyarakat.
“Untuk razia bisa dilaksanakan di jalan, kalau yang tidak pakai masker harus ditegur atau bahkan di sanksi,”tegasnya.
Ia mengatakan tempat yang sering menimbulkan keramaian misalnya di warkop, restoran termasuk mall dimana orang sering tidak menjaga jarak.
Maka dari itu seharus ada Satgas di tingkat mall untuk terus mengingatkan masyarakat yang berkunjung ke mall.
Selain mall, begitu juga di pasar-pasar yang harus mempunyai satgas ditingkat pasar untuk mengingatkan masyarakat yang tidak pakai masker.
“Cek tempat cuci tangan nya juga, apakah masih berfungsi atau tidak. Namun pada prinsipnya adalah memakai makser, menjaga jarak,”ujarnya.
Ia mengatakan adapun tempat yang rawan terjadi penularan biasanya ditempat yang sering menjadi tempat pertemuan dan tempat perkumpulan orang yang mana mereka tidak dapat menjaga jarak.
“Mereka juga pasti melepas makser kayak di warkop, restoran termasuk di pasar yang memang rentan dan tempat perkumpulan pertemuan keluarga untuk acara resepsi yang sering membuka masker dan tidak jaga jarak,”ujarnya.
Dikatakannya sejauh ini telah ditemukan banyak kluster covid-19 seperti Kkuster wakrop, kluster perkantoran, kluster mall.
“Sekarang mall sudah dibuka. Jadi harus diingatkan terus kalau pengelola mall tidak bisa mengingatkan pengunjung yang datang. Maka tegur saja pengelolanya dan mall ditutup. Itulah tempat yang harus diingatkan terus,”pungkasnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/629-anggi-1.jpg)