Mi'rad: Tahun Baru Hijriah Momentum Lakukan Perbaikan
Dalam kesempatan itu, setelah pembacaan surah Yasin dan tahlil, Kepala Kemenag didaulat untuk memberikan arahan dan menyampaikan tausiah.
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepala Kantor Kementerian Agama Mempawah, Mi’rad menghadiri dan memberikan tausiah pada kegiatan pengajian dan doa bersama.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Mempawah di Aula Kemenag Mempawah, Senin 9 Agustus 2021.
Para peserta yang hadir pada kegiatan itu tampak menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Dalam kesempatan itu, setelah pembacaan surah Yasin dan tahlil, Kepala Kemenag didaulat untuk memberikan arahan dan menyampaikan tausiah.
Turut hadir Kasi Bimas Islam, Mahmud Jayadi dan Kasi Pendidikan Madrasah, Rudiansah mendampingi Kepala Kemenag Mempawah.
“Saya ucapkan selamat menyambut tahun baru Islam. Hari ini Maghrib kita memasuki tahun baru 1 Muharram 1443 Hijriah. Momentum tahun baru hijriah ini harus dijadikan kesempatan untuk melakukan refleksi, evaluasi dan bertafakkur atas setahun perjalanan waktu yang telah kita lalui. Terpenting juga adalah kita mesti melakukan proyeksi dan perencanaan yang matang untuk menyiapkan dan meningkatkan amaliah kita supaya semakin lebih baik dari tahun sebelumnya,” jelas Mi’rad.
• Camat Mempawah Timur Apresiasi Lahan Gambut Dimanfaatkan Warga untuk Pertanian
Di kesempatan itu juga Mi’rad mengingatkan para ibu-ibu pengajian untuk menerapkan protokol kesehatan. Sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
“Semoga tahun baru Islam dengan spirit dan semangat gotong royong kita dapat mengatasi Covid-19. Kita berharap semoga covid-19 tahun ini selesai. Sudah 2 tahun covid ini terjadi. Ikhtiar kita sudah luar biasa. Harus mematuhi prokes 5M+1D.
Tambahkan doa agar ikhtiar lahir dengan penerapan 5 M itu kita genapkan dengan senantiasa melangitkan doa dari rumah. Pemerintah telah menggagas pray from home atau berdoa dari rumah. Maksimalkan rumah sebagai tempat menyemai cinta dan meningkatkan ibadah. Terpenting juga kita mesti ikut menyukseskan program vaksinasi agar Covid ini bisa segera berakhir,” jelas Mi’rad.
Selanjut Mi’rad juga berpesan kepada ibu-ibu untuk memiliki kepandaian dalam membuat seduhan kopi.
“Ibu-ibu harus pandai meracik kopi. Supaya para suami tidak lagi ngopi di luar. Ketika kopi buatan istri lebih enak ketimbang di warung kopi maka suami enggan ngopi berlama-lama di warung kopi. Ibu-Ibu punya peran yang luar biasa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” tuturnya.
Selain itu Mi’rad juga mengingatkan para hadirin untuk dapat mengelola emosi di tengah pandemi ini.
“Di masa pandemi ini emosi kita diuji kesabaran. Di masa wabah Covid berpengaruh terhadap ekonomi keluarga. Emosi harus kita kontrol dengan baik. Ketika kita marah, diam saja. Karena ketika marah bisa membuat hilang wibawa. Kemarahan itu membuat hilang kehormatan. Ketika orang marah seperti kayu yang dipaku. Paku itu bisa ditanggalkan, tapi bekas paku yang sudah ditancapkan itu akan tetap masih ada. Luka karena dimarah itu masih membekas di hati orang yang dimarahi,” pungkas Mi’rad. (*)
(Simak berita terbaru dari Mempawah)