Siapakah Tokoh Penyebar Islam yang Disebut Wali Songo?
Dalam rentang waktu sekitar delapan ratus tahun agama Islam belum tersebar luas, dan hanya dianut oleh sebahagian kecil penduduk Nusantara.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Agama Islam masuk ke Nusantara,tepatnya di pulau Jawa diperkirakan abad ke-7 M sekitar tahun 674 M hingga 1433 M.
Dalam rentang waktu sekitar delapan ratus tahun agama Islam belum tersebar luas, dan hanya dianut oleh sebahagian kecil penduduk Nusantara.
Meskipun para saudagar muslim sudah mulai berdatangan sejak 674 M membangun jalur hubungan dagang, namun meluasnya Islam ke berbagai pelosok Nusantara setelah kemunculan para penyebar Islam yang dikenal dengan sebutan Wali Songo.
• Bukti-bukti Sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
Pengertian Wali Songo
Wali Songo berasal dari kata wali dan songo atau sanga yang berarti sembilan wali.
Istilah Wali Songo dikaitkan dengan lembaga dakwah yang berisi tokoh-tokoh penyebar Islam dalam usaha mereka mengembangkan Islam secara terorganisasi pada abad ke-15 dan 16 masehi.
Para penyebar Islam yang disebut wali songo yaitu:
• Bukti-bukti Sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
- Maulana Malik Ibrahim.
- Sunan Ampel nama aslinya Sayid Ali Rahmatullah dikenal dengan Raden Rahmat.
- Sunan Giri nama aslinya Raden Paku.
- Sunan Bonang nama aslinya Mahdum Ibrahim, putra keempat Sunan Ampel.
- Sunan Drajat nama aslinya Raden Qasim. Ia saudara kandung Raden Mahdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Selain bernama Raden Qasim, dikenal juga dengan nama Maulana Hasyim, Raden Syarifudin, pangeran Kadrajat, dan Sunan Mayang Madu.
- Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Sahid adalah putra Tumenggung Wilatikta.
- Sunan Kudus nama aslinya Ja’far Shadiq Azmatkhan.
- Sunan Muria nama aslinya Raden Umar Said.
- Sunan Gunung Jati nama aslinya Syarif Hidayatullah
• Bukti-bukti Sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
Para mubalig ini menyebarkan Islam dengan cara-cara damai, santun, toleran dan dapat menyesuaikan diri dengan adat-adat lokal penduduk Nusantara sehingga ajaran Islam diterima baik oleh masyarakat.
Di luar Jawa, pada abad ke-17 dan 18 muncul para tokoh yang mempunyai peran dalam mengembangkan Islam, seperti:
- Hamzah al-Fansuri (w. 1590)
- Syekh Nuruddin Al Raniri (w. 1658)
- Syekh ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili (w.1693)
- Syamsuddin Al Sumatrani (w. 1630) di Aceh
• Bukti-bukti Sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
- Sultan Alaudin Al Makasari (1639)
- Syekh Yusuf Al-Makasari (w. 1699) di Sulawesi
- Syekh Abdus Somad Al-Falembani (w. 1789) di Palembang
- Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (w. 1812) di Kalimantan
- Syekh Nawawi al-Bantani (1813-1879) di Banten.
• Bukti-bukti Sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
Begitu pula di Nusa Tenggara Barat, muncul tokoh-tokoh penting yang mengembangkan Islam seperti Syekh Abdul Ghani Al-Bimawi, hingga
berkembangnya sejumlah pesantren di Lombok oleh beberapa tokoh, seperti:
- Tgh.Saleh Hambali (w. 1968)
- Tgh. Muhammad Zainuddin Abdul Majid (w. 1997)
- Tgh.Ibrahim Al-Khalidi (w. 1993) dan tokoh-tokoh lainnya.
Sumber: Buku SKI Kelas 6
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-tulisan-wali-songo.jpg)