Breaking News:

Menlu Retno Marsudi Bertemu Menlu AS Antony J. Blinken di Washington Bahas Covid

Jubir Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, menyebutkan pertemuan ini menegaskan arti penting Kemitraan Strategis AS-Indonesia

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST/US Embassy in Moscow
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony J Blinken 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON DC - Menteri Luar Negeri AS Antony J. Blinken bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Washington DC pada 3 Agustus.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, dalam keterangan tertulis nya menyebutkan pertemuan ini menegaskan arti penting yang kian berkembang dari Kemitraan Strategis AS-Indonesia.

“Serta kontribusinya dalam mencapai Indo-Pasifik yang aman dan sejahtera. Kunjungan ini merupakan dialog strategis pertama antara kedua negara sejak peresmian kemitraan strategis kita pada 2015. Kemitraan strategis AS-Indonesia didasarkan pada keyakinan mendasar akan demokrasi, pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh inovasi, serta tatanan internasional berdasarkan aturan di Indo-Pasifik,” kata Ned Price.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, menambahkan kedua menteri mendiskusikan dampak COVID-19 serta langkah-langkah pemulihan. Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan donasi 3,5 juta dosis vaksin untuk Indonesia, sehingga menggenapkan jumlah total donasi vaksin menjadi delapan juta, dan juga telah menyediakan bantuan terkait COVID-19 senilai lebih dari 65 juta dolar AS.

“Kedua menteri juga mengungkapkan kesamaan pandangan terkait keamanan maritim dan resolusi damai terkait konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Menlu Blinken memuji kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan menegaskan pentingnya mengakhiri krisis di Burma serta mengembalikannya ke jalan menuju demokrasi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price.

Lebih jauh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, menambahkan, Menlu Blinken menyambut baik peran Indonesia sebagai presiden G20 berikutnya, memuji upaya Indonesia dalam mendukung negosiasi damai Afghanistan, dan mendiskusikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan target iklimnya.

“Kedua Menlu berkomitmen untuk bekerja sama dalam upaya melawan pandemi global, mengatasi krisis iklim, mendorong perdagangan bilateral dan hubungan ekonomi, melindungi kebebasan bernavigasi di Laut China Selatan, serta melanjutkan kolaborasi keamanan siber dan mencegah kejahatan siber. Kami menantikan kerja sama yang lebih luas lagi di Asia Tenggara, di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan seluruh dunia,” kata Ned Price.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved