Breaking News:

Terpidana Kasus Kepabeanan yang Ditangani Kejari Bengkayang Sempat Dikabarkan Meninggal Dunia

Namun, tak beberapa lama kemudian, Kejaksaan Negeri Bengkayang menerima surat yang menyatakan terpidana telah meninggal dunia dengan dasar penerbitan

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Terpidana Jutin Lais di dampingi petugas sipir dan kejari Bengkayang saat di bawa ke Rutan Bengkayang untuk jalani proses hukum pidana penjara 1 tahun 3 bulan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Ternyata terpidana kasus Kepabeanan 1520 unit handphone, Jutin Lais sempat di kabarkan telah meninggal dunia dan dapat surat kematian dari Kades Jagoi Babang.

Hal tersebut, ketika pada tahun 2016 Kejaksaan Negeri Bengkayang, meminta bantuan Polres Bengkayang untuk membantu mencari terpidana Jutin Lais dalam rangka melaksanakan eksekusi Putusan Mahkamah Agung RI.

Kepala Kejari Bengkayang Fachrizal SH menuturkan setelah pihaknya mendapatkan salinan putusan kasasi dari MA RI, tim eksekusi Kejari Bengkayang coba mencari terpidana, namun keberadaannya yang terpidana sulit di temukan.

"Kita ajukan permohonan dukungan pencarian terpidana Jutin Lais ke Polres Bengkayang,"kata Kajari Bengkayang di dampingi Kasi Intel Agus Eko Wahyudi pada Selasa 3 Agustus 2021.

Namun, tak beberapa lama kemudian, Kejaksaan Negeri Bengkayang menerima surat yang menyatakan terpidana telah meninggal dunia dengan dasar penerbitan Surat Kematian dari Kepala Desa Jagoi Babang.

Jaksa Bengkayang Tangkap Terpidana Penyelundupan 1520 Unit HP Nokia di Ruang Rapat Pemkab Bengkayang

"akan tetapi , justru informasi yang didapat oleh Kejaksaan Negeri Bengkayang terpidana masih hidup dan berada di wilayah kabupaten Bengkayang,"kata Kajari

Dan akhirnya terjawab tim gabungan Intelijen dan Pidsus Kejaksaan Negeri Bengkayang berhasil menemukan terpidana Jutin Lais dan melakukan penangkapan terhadap terpidana setelah selesai mengikuti rapat di Ruang Rapat Setda Kabupaten Bengkayang pada pukul 13.30. Wib.

"Kemudian terpidana Jutin, di bawa ke Kantor Kejari Bengkayang untuk proses administrasi pelaksanaan eksekusi, selanjutnya sebelum ke Rutan Bengkayang untuk menjalani proses hukuman sebelumnya dia di bawa ke klinik untuk melakukan pemeriksaan test swab antigen, hasilnya negatif,"kata Kajari Bengkayang

Seperti di ketahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkayang berhasil melakukan eksekusi terhadap seorang pria asal Jagoi Babang yang merupakan terpidana kasus penyelundupan ribuan Handphone tahun 2008 pada Senin 2 Agustus 2021 siang di Ruang Rapat Setda Kantor Pemerintah Kab Bengkayang.

DPRD Bengkayang Dukung Langkah Pemda Terkait Pengadaan Lab PCR dan Alat Test Swab PCR

Terpidana yang di ketahui bernama Jutin Lais berusia 66 tahun warga Jagoi Babang ini di vonis bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 2060 K/Pid.Sus/2009, tanggal 29 September 2010 yang menguatkan hasil putusan Pengadilan Negeri Bengkayang dan Pengadilan Tinggi Pontianak yakni pidana 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 500 Juta.

Terpidana yang kasusnya sudah incrah sejak tahun 2010 ini, Kejari Bengkayang pada tahun 2016 sempat meminta dukungan Polres Bengkayang untuk melakukan pencarian terpidana agar bisa di eksekusi, tetapi justru Kejari Bengkayang mendapatkan informasi kalau terpidana Jutin Lais telah meninggal Dunia

Didampingi Kasipidsus Adityo Utomo, Kajari Bengkayang Fachrizal menceritakan perjalanan perkara Jutin Lais yang merupakan perkara tahun 2008 yakni kasus tindak pidana UU Kepabeanan yakni penyelundupan 1500 unit Handphone merk Nokia type 1200, 20 unit HP Nokia type 2600 dan 40 botol Tinta Printer asal Malaysia

"Dalam putusan Pengadilan Negeri Bengkayang No.67/Pid.B/2008/PN.BKY tanggal 17 September 2008 terpidana Jutin Lais dinyatakan bersalah melanggar Pasal 102 UU Nomor : 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan di pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 500juta,"kata Kajari Bengkayang

Dan dikatakannya lagi, selain itu sempat upaya hukum di lakukan terpidana Jutin Lais hingga melakukan kasasi, namun dalam putusan Mahkamah Agung RI No. 2060 K/Pid.Sus/2009, tanggal 29 September 2010 tersebut adalah sebagai berikut yakni menolak permohonan kasasi terdakwa dan JPU Kejari Bengkayang dan menguatkan putusan majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak dan pengadilan Negeri Bengkayang. (*)

(Simak berita terbaru dari Bengkayang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved