Breaking News:

Pasutri Korban Laka Air Ditemukan Wilayah Danau Sentarum Kapuas Hulu Dengan Kondisi Saling Berpeluk

"Jadi kronologisnya, Selasa 3 Agustus 2021 pukul 02.30 WIB korban suami istri berangkat dari Desa Lubuk Pengail Kecamatan Suhaid, untuk mencari ikan d

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Masyarakat dan Anggota Kepolisian saat mengevakuasi korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal air di Kawasan Danau Sentarum Perbatasan Kecamatan Batang lupar dengan Kecamatan Suhaid, Selasa 3 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi melalui Kapolsek Batang Lupar IPDA Egnasius menyatakan, suami istri yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal air di Kawasan Danau Sentarum Perbatasan Kecamatan Batang lupar dengan Kecamatan Suhaid, adalah Sunardi (Suami) berusia 51 tahun dan Indriyani (Istri) usia 49 tahun.

"Korban adalah warga Kampung Baru, Dusun Sungai Malau, Desa Sepandan, Kecamatan Batang lupar, yang merupakan nelayan bekerja di lokasi kejadian tersebut," ujarnya kepada Tribun, Selasa 3 Agustus 2021.

Sedangkan kejadian tersebut, dijelaskan oleh Kapolsek, pada Selasa 3 Agustus 2021 pukul 05.30 WIB, pihaknya menerima laporan bahwa telah terjadi Laka Tunggal Air (perahu Tenggelam ) didi Kawasan Danau Sentarum Perbatasan Kecamatan Batang lupar dengan Kecamatan Suhaid.

"Jadi kronologisnya, Selasa 3 Agustus 2021 pukul 02.30 WIB korban suami istri berangkat dari Desa Lubuk Pengail Kecamatan Suhaid, untuk mencari ikan di Kawasan Danau Sentarum, setibanya di Nanga Batik, perahu korban mengalami laka tunggal air yaitu Karam Terbalik," ucapnya.

BREAKING NEWS - Pasangan Suami Istri Asal Batang Lupar Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

Akibat kecelakaan tersebut korban suami istri meninggal dunia di lokasi kejadian, dan jasad korban di temukan oleh warga dan Anggota Kepolisian.

"Saat ini jasad kedua korban sudah di serahkan kepada keluarga korban dan rencana di kebumikan di Desa Tanjung, Kecamatan Suhaid," ujarnya.

Ditambahkannya, korban suami istri tersebut meninggalkan anak-anaknya sebanyak 7 orang, anak 5 laki-laki dan 2 perempuan. "Kami sangat turut berduka sedalam-dalamnya," ungkapnya.

Hasil pantauan Tribun di video proses evakuasi korban, terlihat korban ditemukan kondisi berpelukan saat tenggelam di lokasi kejadian, suara teriakan keluarga korban melihat kondisi tersebut. Dengan cepat masyarakat dan petugas mengangkat korban ke dalam perahu. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved