Breaking News:

OPINI: Fundamental Skills Belajar Online

Fundamental skills adalah kemampuan dan pengetahuan seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara proaktif

Editor: Stefanus Akim
Shutterstock
Ilustrasi Belajar Online. 

OPINI

Oleh: Agustinus Sungkalang SS

Istilah fundamental skills ini menarik untuk kita bahas di era belajar on line di tengah pandemi yang sedang melanda dunia. Mungkin kita masih ingat, beberapa waktu lalu, jagat Medsos Twitter dihebohkan dengan perdebatan arti kepo yang sesungguhnya. Rupanya itu bagian dari ujian pengetahuan umum yang dilakukan platform edtech Zenius Education.

Zenius memasang pertanyaan-pertanyaan latihan seputar matematika, logika verbal, dan bahasa Inggris yang dipasang di baliho dan videotron di berbagai lokasi. Adalah CEO Zenius Rohan Monga menjelaskan ini merupakan cara pihaknya mengajak masyarakat meningkatkan keterampilan mendasar di tiga bidang. Tujuannya mempelajari keterampilan fundamental dapat dimulai dari mana saja, terlepas dari perbedaan tingkatan dan latar belakang orang.

Salah satu alasan mendasar CEO Zenius melakukan hal ini yaitu dari survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019, Indonesia menempati ranking ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi. Adapun, sebanyak 70% dari anak-anak Indonesia pun berada di bawah level kompetensi minimum dalam membaca, 71% dalam matematika, dan 60% dalam bidang sains. Rohan Monga menilai bahwa ketika seseorang telah memiliki fundamental skills yang baik, mereka akan bisa menangkap informasi dengan lebih cepat dan mampu berpikir kritis dan rasional, yang pada akhirnya dapat membantu mereka meningkatkan kualitas hidup. Sejak pertengahan Juni lalu, eksperimen sosial Zenius tersebut menghasilkan lebih dari 100 ribu total vote atau jawaban partisipan yang tersebar di Sumatera hingga Sulawesi.

Menarik tadi apa yang disampaikan oleh Rohan Monga, bahwa ketika seseorang telah memiliki fundamental skills yang baik, mereka akan bisa menangkap informasi dengan lebih cepat dan mampu berpikir kritis dan rasional, yang pada akhirnya dapat membantu mereka meningkatkan kualitas hidup. Ini menunjukan bahwa fundamental skills perlu diperkuat dan digerakkan oleh setiap guru dalam proses pembelajarannya selama PJJ ini. Fundamental skills akan terbangun dengan baik, jika metode dan strategi mengajar guru di era pandemi ini kontennya lebih aktual dan siswa sebagai pusat pembelajaran.

Apa itu fundamental skills? Fundamental skills adalah kemampuan dan pengetahuan seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara proaktif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya dengan kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dengan orang lain, keterampilan mengambil keputusan, pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, berkomunikasi yang efektif, membina hubungan antar pribadi, kesadaran diri, berempati, mengatasi emosi, dan mengatasi stres.

Di tengah pandemi saat ini, perlu ada terobosan-terobosan agar generasi penerus bangsa ini tetap semangat untuk meraih prestasi di bangku sekolah. Fundamental skills adalah salah satu teknik yang bisa digunakan agar setiap pembelajaran lebih bermakna. Penulis mengambil salah satu contoh perlunya Basic Life Skills for Elementary School, ini khusus dimulai dari siswa Sekolah Dasar.

Tentunya dalam usaha mewujudkan Basic Life Skills for Elementary School perlu didukung oleh berbagai pihak yaitu pusat pendidikan terdekat anak antara lain keluarga dan masyarakat. Dari kegiatan ini bermanfaat bagi anak membantu proses mencari jati diri serta membangun rasa percaya diri. Kebiasaan anak memiliki kecenderungan meniru, mencoba, dan mencari pengakuan akan eksistensinya pada lingkungan tempat mereka tinggal.

Pendidikan kecakapan hidup di SD difokuskan pada General Life Skill (GLS) yang mencakup kesadaran diri atau kecakapan personal (self awareness), kecakapan berpikir rasional (thinking skills) dan kecakapan sosial (social skills). Hal ini didasarkan atas prinsip bahwa GLS merupakan fondasi kecakapan hidup yang akan diperlukan untuk mempelajari kecakapan hidup berikutnya dan bahkan untuk terjun dalam kehidupan sehari-hari, apa pun kegiatan seseorang.

Kecakapan vokasional (vocational skills) juga dikembangkan namun barulah pada tahap awal. Semua kegiatan ini dijadikan sebagai dasar dalam tumbuh kembangnya seorang anak, khususnya siswa SD. Jika fundamental skills ini dilaksanakan dengan baik, maka dapat dipastikan seorang siswa akan mudah memperoleh kompetensi apapun nanti yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Sebenarnya, jika ini sudah terlaksana dengan baik di tingkat dasar, maka ketika tingkat SMP dan SMA akan teraktualisasi secara sempurna. Mengapa demikian? Karena dari awal sudah terprogram dan sesuai apa yang disampaikan oleh CEO Zenius bahwa siswa yang pada akhirnya dapat membantu mereka meningkatkan kualitas hidupnya.
Di sekolah penulis, fundamental skills sangat ditanamkan ketika pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah secara on line dimulai bersama siswa/i yang baru. Salah satu topik yang paling diperkuat adalah pada tata tertib, nilai-nilai sekolah, serta penggunaan gadget pada masa pembelajaran. Bahkan di pembinaan kelas juga melingkupi seluruh elemen fundamental skills siswa/i.

Dalam konteks pembinaan kelas, siswa harus memahami betul karakter dan nilai-nilai yang harus dikembangkan sesuai dengan budaya sekolah. Walaupun sistem pembelajarannya on line, tentu guru kelas harus mampu memberikan pembinaan setiap siswa/i tersebut agar tahu menggunakan gadget tersebut sesuai fungsinya, berbahasa yang sopan di GCR atau WA Group kelasnya, disiplin dalam belajar zoom meeting, mengumpulkan tugas tepat waktu, berargumen dengan baik dalam pembelajaran, mau empati dengan teman yang gagap teknologi, serta memiliki nilai humanis kepada siapapun.

Fundamental skills belajar on line kuncinya ada pada guru. Jika guru memiliki roh, jiwa, kesadaran, keyakinan mendalam diri seorang guru yang memberikan semangat dan mendasari pemikiran tindakan di mana guru berperan dalam mendidik siswa/i, maka maka kemauan untuk menerapkan fundamental skills pada siswa/i menjadi suatu keharusan. Dengan kata lain, bahwa spiritualitas adalah gerakan moral yang muncul dari guru untuk memberikan semangat yang besar untuk mau mendidik, memotivasi, dan membantu siswa/i yang merasa kesulitan belajar di tengah pandemi ini. Semoga***

* Penulis adalah Aktivis YKSPK dan Guru di Persekolahan St Fransiskus Asisi Pontianak,
Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved