Breaking News:

Jangan Asal Kibarkan Merah Putih, Sekadar Patuhi Imbauan Pemerintah

Untuk merah putih mereka pertaruhkan nyawa jiwa raganya, sebutlah di antara mereka yang meregang nyawa karena mempertahankan merah putih

Editor: Stefanus Akim
AFP/ Adek Berry
ILUSTRASI Upacara bendera 

CITIZEN REPORTER

Oleh: Syafaruddin Dg Usman

Merdeka!
Di bawah siraman hujan menghambur, jelang sore sekitar pukul 14.20 hari ini, Minggu, 1 Agustus 2021, saya (penulis) keliling Kota Pontianak, pada kesempatan ini terutama di kawasan Jalan Tanjungpura Jalan Diponegoro Jalan Gajah Mada dan Jalan Veteran.

Sudah mulai berkibar dwiwarna merah putih di depan jajaran ruko yang ada.

Namun tadi saya secara khusus mampir dan mengingatkan beberapa pemilik ruko yang mengibarkan bendera tak sebagaimana harusnya bendera kenegaraan ini dikibarkan.

Syukurlah, mereka tak menunggu esok lusa, dibawah guyur hujan kami sama-sama membenarkan tiang benderanya, sehingga sang pusaka dwiwarna ini berkibar gagah sebagaimana layaknya.

Hal ini tak berhenti hari ini, esok dan seterusnya, sejauh mata kami (penulis) memandang ada tiang bendera yang asal tiang saja, atau bendera yang lusuh atau ketaklayakan mengibarkan bendera Indonesia ini, tak segan dan hentinya kami akan menemui pemiliknya untuk menghimbau agar ybs mengibarkan merah putih dengan baik dan benar.

Ini adalah lambang negara, kami bersimpulan, apabila asal dipasang sekadar memenuhi imbauan Pemerintah saja, artinya ini melecehkan wibawa bangsa.

Bicara merah putih di Kalimantan Barat, demi tetap berkibarnya dan tegaknya sang dua warna ini di tiang pancangnya, di masa revolusi kemerdekaan dulu tak sedikit pejuang syuhada kusuma bangsa yang gugur.

Untuk merah putih mereka pertaruhkan nyawa jiwa raganya, sebutlah di antara mereka yang meregang nyawa karena mempertahankan merah putih serupa Rahadi Osman, Bardan Nadi, Gusti Mohamad Said, Tabrani Achmad, Markasan, Bambang Ismoyo, dan tak sedikit lainnya yang gugur bersimbah darah di bawah lambaian sang dwiwarna.

Oleh sebab itu, mari jangan main-main dengan etika pengibaran merah putih.

Bendera negara adalah jiwa, semangat, dan nilai dari sebuah bangsa dan negara.

Mereka dulu gugur untuk merah putih demi kelangsungan hidup bangsa di hari ini, maka kita yang ada saat ini wajib mempertahankan tetap berkibar dengan penuh wibawanya Sang Saka Dwiwarna.

Merah Jiwaku, Putih Ragaku.
Dirgahayu 76 Republik Indonesia.
Tetap Merdeka!!

* Penulis adalah Ketua Umum DHD BPK45 Kalimantan Barat/anggota Dewan Paripurna Nasional 45 RI

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved