Breaking News:

Pesan Wabup Sudiyanto ke HMI: Jangan Ragu Kritik Pemerintah

Sudiyanto mengibaratkan pemerintah saat ini hanya menjadi jembatan bagi para generasi muda kedepan yang akan menjadi pemimpin Kabupaten Sintang.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Wakil Bupati Sintamg, menghadiri Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Sintang periode 2021-2022, di Pendopo Bupati Sintang. Sudiyanto berpesan agar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sintang tidak ragu mengkritik kebijakan Pemkab Sintang. Sebab, generasi muda dinilai menjadi tolak ukur maju-mundurnya suatu daerah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto meminta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sintang tidak ragu mengkritik kebijakan Pemkab Sintang. Sebab, generasi muda dinilai menjadi tolak ukur maju-mundurnya suatu daerah.

Sudiyanto mengibaratkan pemerintah saat ini hanya menjadi jembatan bagi para generasi muda kedepan yang akan menjadi pemimpin Kabupaten Sintang.

"Jangan takut dan ragu kalian mengkoreksi, mengkritik pemerintah, sambil juga memberikan solusi apa kira yang bisa kita buat untuk kedepan. Kami pemerintah menyadari, tanpa ada dukungan, kerjasama, kritik dan saran dari kita semua, tidak bisa buat apa-apa," ujar Sudiyanto, Minggu 1 Agustus 2021.

Menurut Sudiyanto, HMI dan Kohati Sangatlah penting bagi para anak muda, karena wadah kaderisasi generasi akan memimpin daerah.

Cegah Penyebaran Covid-19, Personel Polsek Sintang dan Instansi Terkait Bubarkan Kerumunan Warga

Sebagai orang yang pernah muda, Sudiyanto mengaku hingga saat ini masih cukup idealis dalam banyak persoalan. Kemudian dalam hal pemimpin, ia menginginkan seorang pemimpin itu harus melayani, bukan dilayani. "Ini prinsip penting, dan kaum muda harus pegang itu yakni prinsip melayani, baik itu pemimpin di tingkat desa, dusun atau apa saja. Jadikan pedoman kalian generasi muda nanti yang akan memangang tampuk kepemimpinan," pesannya.

Kepada kader HMI dan Kohati Sintang, Sudiyanto berpesan agar terus memanfaatkan kemajuan teknologi. Sebab jika tidak, sebuah organisasi perlahan akan mati.

"Manfaatkan kemajuan teknologi itu, tidak bisa tidak, kalau organisasi itu tidak melakukan pendekatan-pendekatan tekonologi, menggunakan sarana itu secara baik, maka saya yakin pelan tapi pasti organisasi itu akan masuk masa mati pelan-pelan," ungkap Sudiyanto.

Kader HMI juga diminta Sudiyanto menyiapkan diri melalui pengembangan potensi yang ada dalam diri, sehingga selesai menempuh pendidikan di kampus tidak tergantung kepada lapangan pekerjaan baik yang di sediakan pemerintah maupun swasta. Menurutnya diperlukan langkah inisiatif, inovatif oleh para kaum muda terlebih saat ini Pemerintah Kabupaten Sintang sedang mengembangkan potensi alam lokal yang digali menjadi sumber ekonomi masyarakat dan daerah.

"Sebagai contoh, sekarang pemerintah daerah sedang bekerjasama dengan NGO Supenova bagaiman membudidaya dan mengelola ikan gabus yang di sintang ini cukup banyak jenis, fungsi dan manfaatnya cukup banyak bisa diolah jadi obat maupun yang lainnya. Nah peluang ini bisa dimanfaatkan oleh kader-kader HMI dan Kohati jika ingin membudidaya ikan gabus itu, terlebih nanti pubrik pengolahannya akan di bangun di sintang ini," saran Sudiyanto.

Ketua Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD-KAHMI) Kabupaten Sintang, Erwan Chandra juga berpersan agar para kader HMI dan Kohati harus menyiapkan diri terhadap perubahan yang terjadi saat ini, dimana kemajuan teknologi saat ini semuanya serba digitalisasi.

"Mau atau tidak, siap atau tidak, kita tidak bisa menolak perubahan, karena orang-orang yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan adalah tangguh. Oleh karena itu siapkan diri, semua berbasis digital, bahkan hingga lowongan kerja juga berbasis digital, siap tidak siap harus siap kalian," pesan Erwan.

Menurut Erwan, respon terhadap perubahan itu salah satunya berupa kaderisasi yang ada dalam tubuh HMI dan KOHATI, karena kalau tidak dilakukan kaderisasi yang cepat maka organisasi tersebut akan di tingggalkan oleh generasi muda.

"Mari bersama-sama kita berkaca betapa telatnya kita yang saat ini lahir di generasi milenium ini, awal era-era abad 20 generasi Indonesia tampil dalam usia yang muda, bung karno itukan lahir di awal-awal abad 20. Mudah-mudahan pesan ini menjadi cambuk pemicu semangat dan motivasi bagi rekan-rekan muda khususnya kader HMI bahwa terlambat kalau kalian terus berkutat pada persoalan-persoalan yang menghambat perkembangan diri," jelas Erwan. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved