Breaking News:

Masih Ditemukan Kluster Warkop, Gubernur Sutarmidji : Jika Masih Ada yang Ngeyel Tutup Saja 3 Bulan

“Kalau saya tutup saja tiga bulan kalau ngeyel. Kalau masih buka denda saja karena tanpa penegakan hukum yang baik percuma kita bekerja,”ujarnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalimantan Barat menjadi Narasumber pada edisi Bebincang Spesial pada perayaan HUT ke-13 Tribun Pontianak yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak, Safruddin pada Minggu 1 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan jika masih ada warkop yang masih ngeyel tidak ikuti aturan penerapan PPKM dan ditemukan kasus konfirmasi ditempat tersebut. Maka dengsn tegas harus ditutup selama tiga bulan.

Gubernur Sutarmidji mengatakan beberapa waktu lalu masih ditemukan kluster warkop. Ia menegaskan kalau ada yang masih nyeyel pada penerapan PPKM tindak tegas tutup saja tiga bulan.

“Kalau saya tutup saja tiga bulan kalau ngeyel. Kalau masih buka denda saja karena tanpa penegakan hukum yang baik percuma kita bekerja,”ujarnya.

Bahkan masih ditemukan satu cafe yang masih buka setiap malam ketika penerapan PPKM dilakukan. Atas perintah Gubernur Kalbar meminta untuk seluruh yang datang untuk diswab.

Gubernur Sutarmidji Sebut Stok Oksigen di Kalbar Saat Ini Aman Untuk 10 Hari

“Ketika dilakukan swab ternyata 90 persen positif. Karena ada satu orang pengunjung sebelumnya dinyatakan positif dengan CT 16 dan viral load hingga jutaan,”ujarnya.

Ketika ditemukan kasus seperti itu, maka orang tersebut skan mudah menularkan kalau dia membuka masker. Walaupun memang dia OTG, tapi disekitaran bisa terjangkit.

Ia mengatakan kadang masyarakat tidak paham ketika hasil swab PCR menunjukan hasil. Apabila CT semakin kecil, maka kandungan virus makin tinggi.

“Biasanya untuk hitungan CT 1-39, tapi ada lab CT 40 masih positif. Saya tidak mau pakai antigen karena hanya bisa baca CT sampai level 35. Tapi 26-38 potensi menjangkiti. Jadi hanya pcr yang mampu membaca dengan akurat,”ujarnya.

Ia mengimbau apabila terpapar covid-19ebih baik melakukan isolasi ditempat yang telah ditetapkan pemerintah jangan isoman, karena kemungkinan kalau positif ada gejala harus di tangani.

“Kebanyakan yang meninggal sesak nafas. Orang di ICU satu hari membutuhkan 5-6 tabun besar. Seperi di Ruang ICU kalau penuh perlu 60 tabung tiap hari. Maka sehari perlu 400 tabung,”ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved